PM Pham Minh Chinh Melakukan Pembicaraan dengan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah

(VOVWORLD) - Dalam rangka kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh di Brunei Darussalam, pada Sabtu pagi (11 Februari), di Istana Nurul Iman, berlangsung upacara protokol khusus ketika seluruh anggota Kerajaan Brunei Darussalam menyambut dan menghadiri pertemuan dengan PM Pham Minh Chinh, Istri dan delegasi Vietnam. Setelah itu, PM Pham Minh Chinh melakukan pembicaraan dengan Sultan Hassanal Bolkiah.
PM Pham Minh Chinh Melakukan Pembicaraan dengan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah - ảnh 1PM Pham Minh Chinh melakukan pembicaraan dengan Sultan Hassanal Bolkiah (Foto: Duong Giang / VNA)

Sultan Brunei Darussalam mengapresiasi makna kunjungan resmi pertama PM Vietnam di Brunei Darussalam setelah hampir 16 tahun, turut menciptakan motivasi baru untuk mendorong kerja sama antara dua negara. Sultan mengucapkan selamat kepada Vietnam atas semua prestasi yang mengesankan dalam pengendalian Pandemi Covid-19, cepat pulih dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi; menegaskan bahwa Brunei Darussalam selalu menghargai dan ingin terus mengembangkan hubungan kerja sama dengan Vietnam.

Pada pihaknya, PM Pham Minh Chinh menegaskan kebijakan konsisten Vietnam ialah menghargai pendorongan hubungan kemitraan komprehensif dengan Brunei Darussalam. Beliau percaya bahwa Brunei Darussalam akan cepat menyukseskan “Wawasan Brunei 2035”, menjadi negara dengan perekonomian yang dimanis dan berkelanjutan.

Kedua pemimpin mengapresiasi perkembangan yang efektif dalam hubungan kemitraan komprehensif Vietnam-Brunei Darussalam di semua bidang. Khususnya, kerja sama perdagangan telah mencapai kemajuan yang luar biasa: nilai perdagangan bilateral pada tahun lalu mencapai lebih dari 720 juta USD, meningkat 134% dibandingkan dengan tahun 2021. Kedua pemimpin juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang-bidang penting lain seperti: pertahanan, keamanan dan kerja sama maritim, pendidikan-pelatihan, pariwisata, dan sebagainya.

Ketika berbahas tentang masalah-masalah regional dan internasional, kedua pihak menegaskan kembali pentingnya mempertahankan perdamaian, stabilitas, keamanan, dan kebebasan maritim di Laut Timur, saling berkoordinasi untuk mempertahankan solidaritas dan pendirian bersama ASEAN dalam masalah Laut Timur, berupaya mencapai kemajuan dalam negosiasi tentang Kode Etik Perilaku Para Pihak di Laut Timur (COC).

Setelah pembicaraan, kedua pemimpin menyaksikan acara penandatanganan dan pertukaran Program aksi penggelaran hubungan kemitraan komprehensif periode 2023-2027 dan Nota tentang kesepakatan pemberian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas antara Vietnam dan Brunei Darussalam.  

Berita Terkait

Komentar

Yang lain