PM Pham Minh Chinh Menerima Menteri Pertanian Brasil dan Hadiri Upacara Penyaksian Kontainer Daging Sapi Brasil Pertama yang Diekspor ke Vietnam

(VOVWORLD) - Dalam rangka kehadiran di KTT BRICS yang diperluas tahun 2025 dan melakukan kegiatan bilateral di Brasil, pada Sabtu sore (5 Jui, waktu setempat) di Rio de Janeiro, Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh telah menerima Menteri Pertanian Brasil, Carlos Favaro.
PM Pham Minh Chinh Menerima Menteri Pertanian Brasil dan Hadiri Upacara Penyaksian Kontainer Daging Sapi Brasil Pertama yang Diekspor ke Vietnam - ảnh 1Pm Pham Minh Chinh menerima Menteri Pertanian Brasil. (Foto: Lai Hoa/VOV)

Dalam pertemuan tersebut, PM Pham Minh Chinh meminta Kementerian Pertanian kedua negara supaya membentuk Kelompok Kerja Bersama, berkoordinasi secara erat untuk melaksanakan komitmen-komitmen tingkat tinggi, termasuk: membuka pasar lebih luas bagi produk pertanian unggulan masing-masing; mendorong investasi langsung di bidang pertanian; membentuk kemitraan dalam produksi dan konsumsi kopi, membina merek kopi bersama Vietnam–Brasil; membentuk kemitraan ketahanan pangan, di mana Vietnam akan memasok beras guna menjamin ketahanan pangan bagi Brasil.

PM Pham Minh Chinh Menerima Menteri Pertanian Brasil dan Hadiri Upacara Penyaksian Kontainer Daging Sapi Brasil Pertama yang Diekspor ke Vietnam - ảnh 2PM Pham Minh Chinh secara simbolis menandatangani produk daging sapi Brasil pertama yang diekspor ke Vietnam. (Foto: Lai Hoa/VOV)

Menyetujui usulan-usulan PM Pham Minh Chinh, Menteri Carlos Favaro menegaskan bahwa Brasil siap untuk bertukar daftar produk unggulan guna bersama-sama dengan pihak Vietnam menetapkan peta jalan pembukaan pasar bagi produk pertanian dari kedua negara.

PM Pham Minh Chinh bersama Menteri Carlos Favaro telah menyaksikan kontainer  daging sapi Brasil pertama ba yang diekspor ke Vietnam. Beliau menegaskan bahwa peristiwa ini bersama dengan pengiriman ekspor  ikan patin dan ikan nila yang pertama dari Vietnam ke Brasil dalam kesempatan ini merupakan bukti nyata dari potensi kerja sama di bidang pertanian antara kedua negara.

Komentar

Yang lain