Pusat Keuangan Internasional di Kota Ho Chi Minh Harus Resmi Dioperasikan Selambat-lambatnya pada 9 Februari
(VOVWORLD) - Dalam konteks ekonomi dunia terus mengalami gejolak yang kuat dan sulit diduga, keproaktifan Vietnam dalam memosisikan peran yang baru dalam jaringan keuangan internasional merupakan keniscayaan. Demikian ditekankan Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh pada Sidang pertama Badan pengarah urusan Pusat Keuangan Internasional Vietnam yang berlangsung pada Jumat sore (16 Januari), di Kota Hanoi.
Panorama sidang tersebut. Foto: VOV |
Pada sidang tersebut, PM Pham Minh Chinh menekankan target membangun satu Pusat keuangan internasional yang modern, transparan dan efektif, sekaligus menuju target bahwa pada tahun 2035, Vietnam akan berada ke kelompok 75 pusat keuangan internasional dan kelompok 25 pusat keuangan di kawasan Asia-Pasifik.
PM Pham Minh Chinh. Foto: VOV |
PM Pham Minh Chinh menunjukkan bahwa untuk mencapai sukses, Pusat keuangan internasional harus memiliki kewibawaan, kepercayaan, kestabilan dan dapat diprediksi. Oleh karena itu, semua kebijakan harus transparan dan konsekuen, prosesnya harus terstandarisasi, kreativitas dipacu tanpa mengorbankan keamanan sistem. PM meminta agar Pusat keuangan internasional di Kota Ho Chi Minh perlu resmi dioperasikan selambat-lambatnya pada 9 Februari 2026.