(VOVWORLD) - Dari tgl 01 Juli, 34 provinsi dan kota di seluruh Vietnam resmi mengoperasikan aparat administrasi setelah digabungkan, bersamaan itu, menggelar pola pemerintahan daerah dua tingkat. Pembaruan ini mendapat banyak tanggapan positif dari opini umum, menunjukkan konsensus dan harapan rakyat pada satu masa depan yang berkembang secara lebih efektif.
Pejabat memberikan petunjuk kepada warga untuk melakukan prosedur administrasi di Provinsi Thai Nguyen (Foto: VOV) |
Infrastruktur diinvestasikan secara sinkron, sistem perhubungan antardaerah menjadi lebih kondusif, dari situ banyak peluang perkembangan baru dibuka bagi daerah-daerah setelah penggabungan merupakan harapan masyarakat Provinsi Thai Nguyen (yang digabungkan antara Provinsi Bac Kan dan Thai Nguyen) pola pemerintahan dua tingkat digelarkan pada hari pertama.
“Saya percaya bahwa pengubahan kuat kali ini akan memberikan banyak perubahan bagi tanah air, dan sektor-sektor ekonomi kolektif. Berbagai koperasi juga menginginkan untuk memperluas pasar dan mendapat perhatian khusus di bidang sains-teknologi, serta investasi bagi sektor ekonomi kolektif”.
“Apabila provinsi digabungkan, jalan lalu lintas diperkokoh, syarat mobilitas lebih kondusif area dan ruang besar akan diperluas untuk mengundang para investor. Dari situ membantu masyarakat mengembangkan ekonomi secara lebih baik dan lebih kondusif”.
Dierktur Eksektif Grup Ciputra (Indonesia), Budiarsa Sastrawinata (Foto: VOV di Indonesia) |
Banyak diaspora dan sahabat internasional juga memiliki perhatian khusus dan berharap pada pengubahan besar dari Vietnam.
Hidup di Jakarta, saudari Tran Lieu secara rutin mendengarkan radio, membaca berita dan mengupdate situasi Tanah Air, di antaranya ada penggabungan provinsi dan kota serta pengoperasian pemerintahan dua tingkat mulai dari tgl 01 Juli. Saudari Lieu berbagi:
“Saya melihat bahwa penggabungan provinsi dan kota serta pelaksanaan pola pemerintahan dua tingkat merupakan satu haluan tepat dari Partai dan Negara, khususnya pada situasi sekarang, ketika sains-teknologi digital sangat berkembang. Dengan kekompakan kuat dari seluruh sistem, penyerapan transformasi digital secara gigih dan penyerapan sains-teknologi pada manajemen, saya percaya bahwa pengubahan ini akan membantu Vietnam semakin berkembang”.
Sementara itu, Dierktur Eksektif Grup Ciputra (Indonesia), Budiarsa Sastrawinata menilai bahwa langkah reformasi ini akan menciptakan daya tarik kompetitif untuk perekonomian Vietnam di ancang-ancang perkembangan.
“Semua kebijakan Pemerintah Vietnam selama ini, khususnya rencana merampingkan aparat administrasi, menciptakan kemudahan dan kepercayaan bagi badan-badan usaha dan para investor. Pengurangan impuls dalam badan Negara dan daerah bisa memudahkan dan mempercepatkan prosedur-prosedur untuk para investor. Oleh karena itu, kebijakan merampingkan aparat administrasi dari Pemerintah Vietnam disambut baik oleh kalangan investor asing”.
Banyak investor asing menegaskan bahwa dengan keberanian melakukan reformasi secara kuat, Vietnam pasti akan mencapai banyak prestasi pada era baru dari Tanah Air.