Rakyat menyangsikan masa depan Inggeris dan Irlandia

(VOVworld) - Survei terkini yang dilakukan oleh Perusahaan Konsultasi untuk koran “The Observer” memberitahukan: Mayoritas responden Inggeris mengatakan bahwa Brexit (yaitu pengunduran diri Inggeris dari Uni Eropa) akan meningkatkan kemungkinan keberantakan Inggeris dan Irlandia Utara, 54% jumlah responden Inggeris memberitahukan: referendum yang bersangkutan dengan Brexit membuat perpecahan ini menjadi satu kemungkinan yang nyata. Sementara itu, ada 63% jumlah warga Skotlandia yang ikut serta pada survei percaya pada kemungkinan ini. Hasil survei tersebut mungkin adalah berita yang tidak menggembirakan bagi Pemerintah pimpinan Perdana Menteri Inggeris Theresa May ketika dia telah berencana melakukan kunjungan ke Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara untuk menciptakan kebulatan pendapat sebelum dia mengaktifkan Pasal 50 Traktat Lisabon, yang direncanakana akan dilakukan pada akhir bulan ini untuk dengan resmi memasuki proses Brexit.


Rakyat menyangsikan  masa  depan Inggeris dan Irlandia - ảnh 1
Masalah Brexit: Rakyat menyangsikan  masa  depan Inggeris dan Irlandia (Ilustrasi)
(Foto:  Reuters)  

Dua hari sebelum hasil survei yang diumumkan, Gubernur Skotlandia, Ibu Nicola Sturgeon menyatakan: Referendum yang ke-2 tentang pengunduran diri Skotlandia dari Inggeris dan Irlandia Utara akan berlangsung sesuai dengan peta jalan yang telah diumumkan, mungkin sebelum Inggeris  meninggalkan Uni Eropa atau segera setelah saat itu. Menurut survei, 47% jumlah responden Skotlandia memberitahukan: Mereka akan bicara “ya” terhadap referendum yang ke-2 tentang kemerdekaan, terbanding dengan 44% jumlah responden yang bicara “tidak”

Komentar

Yang lain