Rusia Membuka Investigasi Pidana terhadap Mahkamah Pidana Internasional

(VOVWORLD) - Komite Investigasi Rusia, pada hari Senin (20 Maret), memberitahukan akan membuka investigasi pidana terhadap jaksa dan hakim Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang telah memberlakukan surat perintah penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rusia Membuka Investigasi Pidana terhadap Mahkamah Pidana Internasional - ảnh 1Markas Besar ICC di Den Hagg, Belanda (Foto: Reuters)

Menurut Komite Investigasi Rusia, tidak ada dasar untuk menuduh Presiden Vladimir Putin, dan para kepala negara mendapat kekebalan mutlak dari hak yurisdiksi negara asing. Menurut undang-undang Rusia, tindakan jaksa ICC tersebut secara sadar melanggar hukum ketika dia dengan sengaja menuduh orang yang tidak berdosa dan menyiapkan serangan terhadap pejabat asing yang mendapat perlindungan.

Juga pada hari yang sama, Juru bicara Istana Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa keputusan ICC untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan Presiden Vladimir Putin adalah “tanda permusuhan yang jelas” terhadap Rusia dan Presiden Vladimir Putin secara pribadi.

Pada tanggal 17 Maret, ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Presiden Putin dan Komisaris Kepresidenan Rusia untuk Hak Anak-Anak, Maria Lvova-Belova. ICC didirikan berdasarkan Status Roma tahun 1998. Pada tahun 2016, Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit yang menyatakan bahwa Rusia tidak akan menjadi pihak dari mahkamah ini. Hal ini sama artinya surat perintah penangkapan tersebut tidak berlaku secara hukum terhadap Rusia. Namun, langkah ICC tersebut dapat memengaruhi kunjungan Presiden Putin ke 123 negara di seluruh dunia, yang mengakui vonis mahkamah tersebut.

Berita Terkait

Komentar

Yang lain