Rusia Peringatkan Akibat Apabila NATO Membentuk Blok “Schengen Militer”

(VOVWORLD) - Kantor Presiden Rusia, pada Jumat (24 November) memperingatkan bahwa minat membentuk blok “Schengen militer”dari NATO bisa meningkatkan ketegangan di Eropa.

Sebelumnya, pada tgl 23 November, Panglima Markas Komando NATO urusan Pembantuan dan Pengaktifan Bersama (JSEC), Mayor Jenderal Alexander Sollfrank merekomendasikan NATO supaya membentuk blok “Schengen militer” untuk bisa cepat mentransfer pasukan militer antarnegara Eropa tanpa prosedur-prosedur administrasi. Juru bicara Kantor Presiden Rusia, Dimitry Peskov menyatakan bahwa rekomendasi tersebut mengkhawatirkan keamanan Rusia dan memperingatkan bahwa Rusia akan memberikan balasan apabila rekomendasi tersebut menjadi nyata.

Blok Schengen dibentuk pada bulan Maret tahun 1995, merupakan kawasan mobilisasi yang terbesar di dunia yang meliputi 27 negara, di antaranya ada 23 negara anggota Uni Eropa. Kawasan ini telah menghapuskan banyak bentuk pengontrolan perbatasan.

Komentar

Yang lain