Sekjen, Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Istri tiba di Vietnam

(VOVworld) – Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (Sekjen KS PKT), Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping dan Istri telah tiba di bandara internasional Noi Bai pada Kamis siang (5 November), memulai kunjungan kenegaraan resmi selama 2 hari di Vietnam atas undangan Sekjen KS PKV, Nguyen Phu Trong dan Presiden Republik Sosialis Vietnam, Truong Tan Sang.

Sekjen, Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Istri tiba di Vietnam - ảnh 1
Sekjen, Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Istri
 tiba di bandara internasional Noi Bai
(Foto: vov.vn)


Acara penyambutan resmi terhadap Sekjen, Presiden Tiongkok, Xi Jinping berlangsung di Istana Kepresidenan pada sore harinya, dengan protokol tertinggi untuk pemimpin tingkat tinggi. Dalam kunjungan Sekjen, Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Vietnam kali ini, pemimpin dua negara akan berbahas tentang semua isi strategis dalam hubungan Vietnam-Tiongkok guna mengembangkan hubungan ekonomi, kebudayaan, perdagangan dan masalah-masalah yang masih ada, diantaranya ada masalah Laut Timur. Sekjen, Presiden Tiongkok, Xi Jinping punya jadwal yang cukup padat di Vietnam selama kunjungan dua hari ini dengan serentetan pertemuan dengan para pemimpin tingkat tinggi Vietnam, khususnya dia akan membacakan pidato di depan Majelis Nasional Vietnam pada Jumat pagi (6 November).

Ketika menjawab interviu sebelum kunjungan Sekjen, Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Vietnam, Duta Besar Tiongkok untuk Vietnam, Hong Xiao Yong  memberitahukan bahwa ini merupakan kunjungan yang mempunyai makna sebagai tonggak, kedua fihak Tiongkok dan Vietnam menghargai kunjungan kali ini, berharap supaya melalui kunjungan ini memperkuat lebih lanjut lagi kepercayaan satu sama lain, menjamin agar hubungan kemitraan kerjasama strategis komprehensif Tiongkok-Vietnam berkembang secara sehat dan stabil. Dalam kunjungan kali ini, dua fihak akan menandatangani banyak naskah kerjasama di bidang-bidang seperti kerjasama antara dua Partai, membangun infrastruktur, ekonomi, perdagangan, investasi, kebudayaan dan pendidikan. Hal itu akan menegakkan fundasi yang lebih kuat untuk temu pergaulan dan kerjasama antara dua negara pada waktu mendatang. 

Komentar

Yang lain