Thailand mengesahkan perintah melarang demonstrasi

(VOVworld) – Perdana Meteri (PM) Thailand, Prayut Chan-ocha, pada Rabu (15 Juli) memberitahukan bahwa negara ini telah mengesahkan satu Undang-Undang baru yang melarang demonstrasi kalau belum diizinkan. Ketika berbicara di depan kalangan pers, PM Prayut Chan-ocha memberitahukan bahwa Undang-Undang ini meminta kepada para penyelenggara demonstrasi supaya meminta surat izin resmi sedikit-dikitnya 24 jam sebelum melakukan pawai.

Thailand mengesahkan perintah melarang demonstrasi - ảnh 1
PM Thailand, Prayut Chan-ocha 
(Foto: baotintuc.vn)

Menurut Undang-Undang tersebut, warga tetap bisa melakukan pawai, tapi harus menunjukkan apa tujuannya dan harus meminta surat izin dari pemerintahan. Undang-Undang baru ini melarang serta membatasi demonstrasi di luar gedung-gedung Pemerintah dan pusat-pusat perhubungan. Para demonstran yang ilegal akan ditahan dalam waktu 6 bulan dan harus membayar denda 10.000 bath (sama dengan 300 dolar Amerika Serikat); para penyelenggara demonstrasi yang menghalangi lalu lintas dan merusak semua insfrastruktur utama akan ditahan dalam waktu 10 bulan dan harus membayar denda 20.000 bath (sama dengan 600 dolar Amerika Serikat).
Berita Terkait

Komentar

Yang lain