Thailand Selenggarakan Pemilihan Umum
(VOVWORLD) - Pada Minggu (8 Februari), hampir 53 juta pemilih Thailand secara resmi mengikuti pemilihan umum (pemilu) untuk memilih 500 anggota Majelis Rendah, sebagai langkah menuju pembentukan parlemen dan pemerintahan baru, setelah parlemen negara tersebut dibubarkan lebih awal pada tanggal 12 Desember 2025.
Pemilu ini diselenggarakan dengan sistem pemilu gabungan, yang mencakup pemilihan 400 anggota Majelsi Rendah sesuai daerah pemilihan dan 100 anggota sesuai daftar partai. Perdana Menteri Thailand tidak dipilih secara langsung oleh pemilih, melainkan dipilih oleh Majelis Rendah angkatan baru dari para kandidat yang diajukan oleh partai-partai politik. Yang patut diperhatikan, ini untuk pertama kalinya sejak Undang-Undang Dasar 2017 disahkan, para anggota Majelis Tinggi tidak memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum.
Daftar calondi tempat pemilihan 21, Subdistrik Huai Khwang (Foto: VOV Bangkok) |
Menurut data resmi dari Komisi Pemilihan Umum Thailand (EC), dalam pemilu kali ini terdapat total 3.526 kandidat dari 60 partai politik yang mendaftar pencalonan diri di tingkat daerah pemilihan di 400 unit pemilihan, serta 1.570 kandidat dari 57 partai politik yang mendaftar sesuai daftar partai.
Untuk jabatan Perdana Menteri angkatan baru, 43 partai telah mendaftarkan 94 kandidat. Partai yang mencalonkan kandidat Perdana Menteri harus meraih setidaknya 25 kursi di Majelis Rendah agar secara resmi memenuhi syarat sebagai calon Perdana Menteri dalam pemungutan suara di Majelis Rendah.
Proses pemungutan suara akan berakhir pada pukul 17.00 hari ini, dan hasil tidak resmi dari lebih dari 90% total suara diperkirakan akan diumumkan antara pukul 21.00 hingga 23.00 Minggu malam (8 Februari).