Tiongkok, Inggris, Prancis dan Komisi Eropa Menentang Kebijakan Tarif AS

(VOVWORLD) - Dalam jumpa pers periodik pada Kamis (27 Maret), Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, He Yadong menunjukkan bahwa Beijing akan melakukan prosedur-prosedur berikutnya dalam gugatan terhadap Amerika Serikat (AS) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang terkait dengan tarif-tarif tambahan yang dikenakan Pemerintah pimpinan Presiden Donald Trump terhadap barang Tiongkok.

Pada hari yang sama, Komisi Eropa memberitahukan, Uni Eropa akan siap membalas tarif baru AS terhadap mobil dan onderdil mobil impor yang baru diumumkan Presiden Trump.

Di Eropa, Menteri Keuangan Prancis, Eric Lombard menyebutkan kebijakan tarif AS sebagai perkembangan yang "sangat buruk". Dia memberikan rekomendasi kepada Uni Eropa untuk meningkatkan tarif terhadap barang-barang impor dari AS untuk membela kepentingan ekonominya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves menegaskan bahwa negara ini tidak menginginkan tindakan manapun yang mengeskalasikan ketegangan perdagangan.

Dalam perkembangan yang terkait, pada Kamis (27 Maret), Presiden AS, Donald Trump menyatakan mungkin mengenakan tarif yang lebih tinggi terhadap Uni Eropa dan Kanada jika kedua pihak bekerja sama untuk “menimbulkan kerugian terhadap ekonomi AS”.

Komentar

Yang lain