Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Liga Arab tiba di Suriah

(VOVworld) – Utusan Khuus bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Liga Arab tentang Suriah Kofi Annan pada Selasa telah tiba di ibukota Dasmaskus untuk berbahas dengan Presiden Bashar al- Assad tentang solusi atas situasi di Suriah sekarang ini. Jubir Kofi Anan memberitahukan bahwa Kofi Annan akan mengadakan pertemuan dengan wakil semua pihak oposisi dan masyarakat sipil di negara ini, untuk menyakinkan semua pihak kembali ke meja dialog dan perundingan. Selain itu, Kofi Annan akan menilai pelaksanaan misi pengawasan perdamaian di Suriah dari Perutusan Pengamat PBB yang dikomandoi oleh Robert Mood.


 Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Liga Arab tiba di Suriah - ảnh 1
Utusan Istimewa PBB dan Liga Arab Kofi Annan 
(Foto: cand.com.vn)


Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, yang sekarang sedang melakukan kunjungan di Rusia mengadakan perbahasan dengan Menteri Luar Negeri negara tuan rumah Sergei Lavrov tentang situasi Suriah. Ketika berbicara pada jumpa pers bersama di ibukota Moskwa, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mendesak Rusia untuk mengeluarkan tekanan untuk memaksa Pemerintah Suriah menghentikan segala tindakan kekerasan dan melaksanakan rencana perdamaian yang diajukan oleh Utusan Khusus PBB dan Liga Arab. Hague beranggapan bahwa, rencana Annan yalah pilihan satu-satunya dalam mencegah tumpah darah dan menangani krisis di Suriah. Dia akan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan persidangan pada beberapa hari mendatang untuk membahas masalah ini. Pada pihaknya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengulangi pendirian Rusia bahwa PBB perlu cepat melakukan investigasi terhadap pembunuhan massal baru-baru ini di Suriah, sekaligus menekankan bahwa baik pemerintah maupun pihak oposisi di negara ini sama-sama harus bertanggungjawab atas situasi kekerasan sekarang ini. Menurut data yang diberikan oleh rombongan pengamat internasional di Suriah, ada sampai 108 orang tewas (di antaranya ada 32 anak-anak di bawah umur 10 tahun) dalam pemusnahan massal di desa Houla, dekat kota Homs, pada 25 Mei lalu. Kasus tersebut telah menimbulkan gelombang kemarahan di dunia. Pada Senin 28 Mei, pemerintahan Presiden Bashar al Assad telah menegaskan “sama sekali tidak terlibat” pemusnahanmassal, sekaligus berkomitmen akan melakukan investigasi terhadap kasus tersebut./.

Komentar

Yang lain