Viet Nam perlu mencari keunggulan persaingan baru dalam zaman Revolusi 4.0

(VOVWORLD) - Pada latar belakang Revolusi Industri generasi keempat (Revolusi 4.0), Viet Nam dan negara-negara lain yang punya tarap perkembangan yang sama tidak bisa menganggap tenaga kerja murah sebagai keunggulan persaingan, maka usaha mencari keunggulan persaingan baru merupakan masalah besar bagi Viet Nam pada khususnya dan para anggota ASEAN pada umumnya.
Viet Nam perlu mencari keunggulan persaingan baru dalam zaman Revolusi  4.0 - ảnh 1 Ilustrasi (Foto: VNA)

Demikian ditegaskan Justin Wood, Direktur urusan kawasan Asia-Pasifik, anggota Badan Manajemen Forum Ekonomi Dunia (WEF), menjelang Konferensi WEF ASEAN yang akan berlangsung di Kota Ha Noi dari 11 sampai 13/9 ini.

Menurut Justin Wood, dengan tema: “ASEAN 4.0, semangat wirausaha dan Revolusi Industri generasi keempat”, WEF ASEAN tahun ini berfokus pada ushaa mencaritahu tentang arti Revolusi Industri terhadap 10 negara ASEAN. Dia menganggap bahwa revolusi ini berpengaruh terhadap semua negara di dunia. Pada kenyataan, industri baru turut mengubah lingkungan kerja. Robot menjadi pengganti sumber daya manusia dalam pabrik-pabrik, kecerdasan buatan menjadi pengganti manusia dalam kantor-kantor. Oleh karena itu, yang penting ialah para pemimpin ASEAN, di antaranya ada Viet Nam, mengerti bagaimana teknologi berpengaruh terhadap masa depan lapangan kerja, bagaimana mendidik tenaga kerja dan bagaimana perkembangan sistem pendidikan untuk menjamin agar tenaga kerja tetap bisa menjaga keunggulan persaingan.

Juga menurut Justin Wood, negara-negara ASEAN akan harus memanifestasikan daya saing di segi-segi yang lain, bukan hanya di segi produsen punya biaya produksi yang rendah. Wakil WEF berharap supaya WEF ASEAN kali ini akan merupakan kesempatan untuk membahas dan mengerti secara lebih jelas tentang langkah-langkah selanjutnya.

Berita Terkait

Komentar

Yang lain