Vietnam – Australia menanda-tangani naskah memperkuat kemitraan komprehensif

(VOVworld) – Dalam kunjungan resmi yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Vietnam, Nguyen Tan Dung di Australia atas undangan PM negara ini, Tony Abbott, pada Rabu pagi (18 Maret) telah diadakan secara khidmat upacara menyambut PM Nguyen Tan Dung di ibukota Canberra. Segera setelah upacara penyambutan ini, dua PM melakukan pembicaraan. Di atas dasar semangat persahabatan, saling percaya dan saling mengerti, PM Nguyen Tan Dung dan PM Tony Abbott bersama-sama berbahas dan sepakat berkoordinasi erat untuk memperkuat penggelaran semua permufakatan yang telah dicapai di bidang pertahanan dan keamanan, memperkuat pertukaran pengalaman, berbagi informasi, membantu Vietnam mengajar bahasa Inggeris dan kejuruan menjaga perdamaian, memperluas kerjasama di bidang-bidang pasukan khusus dan pertolongan kapal selam, aktivitas SAR, menghadapi bencana alam, wabah penyakit, perubahan iklim, anti terorisme, pemberantasan perdagangan manusia, keamanan cyber dan ketahanan sumber air. Pada akhir pembicaraan ini, PM Nguyen Tan Dung dan PM Tony Abbott menyaksikan acara penanda-tanganan naskah memperkuat kemitraan komprehensif Vietnam – Australia yang dilakukan wakil Pemerintah dua negara.

Vietnam – Australia menanda-tangani naskah memperkuat kemitraan komprehensif - ảnh 1
PM dua negara
(Foto: vnexpress.net)

Pada jumpa pers setelah pembicaraan ini, PM Nguyen Tan Dung dan PM Tony Abbott menegaskan: bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan titik terang dalam hubungan antara dua negara dan dua pihak sepakat memperkuat kerjasama di bidang ini pada waktu mendatang. PM Nguyen Tan Dung menilai tinggi dan berterima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah dan akan terus memberikan bantuan perkembangan kepada Vietnam. PM Nguyen Tan Dung memberitahukan bahwa dua pihak sepakat mendorong impor buah-buahan dari masing-masing negara, menciptakan syarat yang kondusif kepada badan-badan usaha dua negara untuk memperkuat kerjasama di bidang-bidang keunggulan yang dimiliki dua negara seperti pembangunan, industri pengolahan, pariwisata dan peternakan. Dua PM sepakat mengintensifkan lebih lanjut lagi dan memperkuat hubungan kemitraan komprehensif sekarang supaya sesuai dengan hakekat strategis yang semakin meningkat dalam hubungan antara dua negara. Dua PM menugasi Kementerian Luar Negeri dua pihak untuk menyusun program aksi tahapan dari sekarang sampai dengan akhir tahun 2017.

PM dua negara sepakat tentang arti pentingnya usaha mempertahankan perdamaian, kestabilan, keamanan, keselamatan dan kebebasan maritim dan penerbangan di Laut Timur di atas dasar menaati hukum internasional, diantaranya ada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982, melaksanakan secara lengkap Deklarasi tentang cara berperilaku dari para pihak yang bersangkutan di Laut Timur (DOC), bersamaan itu menekankan perlunya menyusun Kode Etik para pihak di Laut Timur (COC). PM Australia, Tony Abbott menekankan: “Vietnam dan Australia mempunyai perhatian bersama dan kepentingan bersama untuk terus mempertahankan perdamaian dan kestabilan di kawasan kita. Masalah perdamaian dan perkembangan di kawasan sangat penting. Menurut saya kestabilan merupakan kepentingan bersama bagi kita. Kita akan bersama-sama memperhatikan dan bekerjasama untuk menjamin supaya tidak terjadi instabilitas. Kami mendukung kebebasan maritim, baik di laut maupun di udara di daerah Laut Timur. Kami semua mengutuk semua tindakan sepihak yang dilakukan untuk mengubah status quo di daerah ini. Saya berharap supaya semua sengketa akan diatasi dengan jalan damai dan melalui dialog”.

Sehubungan dengan ini, beberapa kementerian dan instansi dua negara juga menanda-tangani banyak permufakatan kerjasama di bidang ketenagakerjaan; aktivitas menjaga perdamaian PBB dari Vietnam; penanganan akibat bom dan ranjau pasca perang; penyempurnaan Program Australia – Asia tentang pencegahan dan pemberantasan perdagangan manusia, dll...

Juga dalam kerangka kunjungan resmi di Australia, pada Rabu (18 Maret) di ibukota Canberra, PM Nguyen Tan Dung melakukan kunjungan kehormatan kepada Ketua Majelis Rendah Australia, Bronwyn Bishop dan Ketua Majelis Tinggi, Stephen Parry, serta melakukan pertemuan dengan Kelompok Legislator Persahabatan Australia – Vietnam. Dalam kunjungan-kunjungan ini, PM Nguyen Tan Dung memberitahukan bahwa dua pihak telah sepakat meningkatkan hubungan kemitraan komprehensif antara Vietnam dan Australia ke satu ketinggian baru dan meminta kepada Parlemen Australia supaya mendukung tekad dan upaya dari dua Pemerintah untuk mendorong hubungan antara dua negara semakin intensif dan stabil, demi kepentingan rakyat dua negeri; demi perdamaian, kestabilan dan perkembangan di kawasan.

Pada pihaknya, pimpinan Parlemen Austrlia menilai tinggi kunjungan resmi yang dilakukan PM Nguyen Tan Dung di Australia kali ini, menganggapnya sebagai tonggak baru dari hubungan antara dua negara. Ketua Majelis Rendah Bronwyn Bishop menegaskan mendukung penguatan hubungan dengan Vietnam, khususnya peningkatan hubungan antara dua negara ke satu ketinggian baru.

Sehubungan dengan kesempatan ini, dua fihak mengeluarkan Pernyataan Bersama.  Perdana Menteri Nguyen Tan Dung melakukan kunjungan resmi di Australia dari 16- 18 Maret 2015 dengan martabat sebagai undangan dari Pemerintah Australia. Pada pembicaraan pada selasa (18 Maret), Perdana Menteri Australia Tony Abbott dan PM Nguyen Tan Dung berbahas tentang masalah prioritas, diantaranya ada perdagangan, investasi, pendidikan, kerjasama perkembangan, pertahanan, masalah Laut Timur dan komitmen-komitmen bersana  dari kedua fihak dalam memperkuat peranan strategis dan mendorong keamanan  dari Tingkat Tinggi Asia Timur (EAS).

Kedua PM telah  menyaksikan upacara penandatanganan Pernyatana tentang penguatan hubungan  Kemitraan komprehensif Vietnam- Australia, mengajukan satu agenda strategis  tingkat tinggi untuk mengembangkan perdagangan, investasi dan industri, kerjasama perkembangan, kerjasama pertahanan, keamanan dan  pelaksanaan hukum. Banyak naskah kerjasama di berbagai bidang telah ditandatangani  sehubungan dengan kesempatan ini.

PM dua negara menyerukan kepada semua fihak supaya melaksanakan sepenuh-nya Deklarasi  perilaku para fihak  di Laut Timur (DOC), sepakat  tentang perlunya membangun satu Kode Etik  para fihak di Laut Timur (COC)./.


Berita Terkait

Komentar

Yang lain