Vietnam Memprotes dan Menolak semua Tuntuan yang Bertentangan dengan Hukum Internasional di Laut Timur

(VOVWORLD) - Pada Sabtu (23 Maret),  Vietnam menyatakan pandangannya atas  pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin pada tgl 14 Maret dan Pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina pada tgl 17 Maret tentang masalah Laut Timur
Vietnam Memprotes dan Menolak semua Tuntuan yang Bertentangan dengan Hukum Internasional di Laut Timur - ảnh 1Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang (Foto: Kemlu Vietnam)

Pada Sabtu (23 Maret), ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang sikap Vietnam atas pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin pada tgl 14 Maret dan Pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina pada tgl 17 Maret tentang masalah Laut Timur, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang menyatakan: Seperti yang sudah berkali-kali ditegaskan, Vietnam mempunyai dasar hukum yang lengkap dan bukti sejarah yang menegaskan kedaulatannya terhadap dua kepulauan Hoang Sa (Paracels) dan Truong Sa (Spratly) sesuai dengan hukum internasional, serta mempunyai kedaulatan, hak berdaulat dan yurisdiksi atas zona maritimnya yang ditetapkan sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut Tahun 1982 (UNCLOS).

Mengenai klaim di Laut Timur yang bertentangan dengan hukum internasional, melanggar kedaulatan Vietnam atas kepulauan Hoang Sa dan Truong Sa, serta melanggar kedaulatan, hak kedaulatan dan yurisdiksi Vietnam mengenai zona maritim Vietnam yang ditetapkan sesuai dengan UNCLOS 1982, Vietnam mengajukan pendirian yang jelas, konsisten dan ditegaskan berkali-kali bahwa Vietnam dengan tegas memprotes dan dan menolak semua klaim tersebut.

Vietnam menginginkan agar negara-negara terkait benar-benar menghormati dan mematuhi ketentuan-ketentuan UNCLOS 1982, turut mempertahankan perdamaian, stabilitas dan mencari solusi dasar dan berjangka panjang di Laut Timur.

Komentar

Yang lain