Vietnam Tidak Akan Membiarkan Dirinya Pasif atau Terkejut Terkait Keamanan Energi
(VOVWORLD) - Dalam konferensi pers periodik yang berlangsung pada Kamis sore (5 Maret), di Kota Hanoi, ketika menjawab pertanyaan mengenai upaya menjamin kegiatan-kegiatan perdagangan, ekonomi dan keamanan energi Vietnam di tengah ketegangan di Timur Tengah, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Pham Thu Hang menyatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Pham Minh Chinh, pada Rabu (4 Maret), telah menandatangani keputusan untuk membentuk Kelompok kerja urusan penjaminan keamanan energi di tengah perkembangan kompleks dari konflik di Timur Tengah.
Kilang minyak Nghi Son, yang menggunakan minyak mentah dari Timur Tengah sebagai bahan bakunya, terus beroperasi dengan stabil dan tanpa gangguan. Foto: VNA |
Juru bicara Pham Thu Hang menunjukkan:“Kelompok kerja ini akan melakukan pengajian untuk menetapkan arahan, solusi, mekanisme, kebijakan guna mengatasi kesulitan, problematik dan secara proaktif memberikan perkiraan dan tanggapan kebijakan secara fleksibel, tepat waktu, efektif, tidak membiarkan dirinya berada dalam posisi pasif yang luar biasa terkait keamanan energi. Sebagai anggota Kelompok Kerja tersebut, Kementerian Luar Negeri juga berkoordinasi erat dengan berbagai Kementerian dan instansi terakhir untuk melaksanakan secara efektif semua tugas terkait guna menjamin keamanan energi di tengah konflik”.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pham Thu Hang. Foto: Kementerian Luar Negeri Vietnam |
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam juga mengupdate informasi tentang perlindungan warga negara, mengatakan bahwa sekarang ada lebih dari 12.000 warga Vietnam yang sedang tinggal, belajar dan bekerja di Timur Tengah. Warga Vietnam di sana pada dasarnya tetap stabil, belum mencatat informasi adanya warga negara yang terdampak oleh konflik.