Waisak 2025 di Vietnam Menyebarkan Pesan Perdamaian dan Kesetaraan

(VOVWORLD) - Dengan tema: “Bersatu dan bertoleransi demi harga diri manusia: Ajaran Buddha demi perdamaian dunia dan pembangunan yang berkesinambungan”, Mega Upacara Waisak 2025 yang diselenggarakan oleh Vietnam di Kota Ho Chi Minh telah menyebarkan pesan dan pikiran Agama Buddha dalam membina satu dunia yang damai, manusiawi dan berkembang secara berkesinambungan.
Waisak 2025 di Vietnam Menyebarkan Pesan Perdamaian dan Kesetaraan - ảnh 1Sekjen PBB, Antonio Guterres (Foto: VOV1)

Dalam pesan yang dikirim ke Waisak 2025, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengajukan:

Pada zama di mana dunia sedang menghadapi banyak tantangan serius maka kita memuliakan Mega upacara yang sakral ini, berharap agar semua orang mendapat ilham untuk bersama-sama menyembuhkan semua perpecahan, memelihara persatuan dan bersama-sama membina satu dunia yang lebih damai, lebih berkesinambungan dan lebih rukun”.

Waisak 2025 di Vietnam Menyebarkan Pesan Perdamaian dan Kesetaraan - ảnh 2Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayaka (Foto: VOV5)

Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayaka mengapresiasi Vietnam, sebuah negara yang mengukirkan secara mendalam warisan Buddha yang berkesinambungan telah menyelenggarakan event ini. Sementara itu, Armida Salsiah Alisjahbana, Wakil Sekjen PBB merangka Sekretaris Eksekutif Komite Sosial-Ekonomi kawasan Asia-Pasifik dari PBB (ESCAP) mengatakan:

“Bantuan Pemerintah Vietnam dalam menyelenggarakan Waisak 2025 di Kota Ho Chi Minh merupakan bukti yang menegaskan peranan penting Vietnam dalam mendorong semua nilai universal tentang perdamaian dan kerja sama. Bersamaan itu, menonjolkan kontribusi dari ajaran Buddha pada forum pembangunan global, memacu simpati dan pengertian untuk mendorong perdamaian dan kemajuan sosial”.

Ketika menyatakan bahwa kesetaraan merupakan poros untuk sebuah masyarakat yan kuat, para utusan internasional peserta Waisak 2025 mengapresiasi Vietnam, sebuah negara yang mencintai perdamaian, semua demi target pembangunan manusia, sudah mencapai prestasi-prestasi melompat dalam mengembangkan sosial-ekonomi, di antaranya ada kemajuan-kemajuan tentang kesetaraan gender dan kesetaraan antar-daerah.

Komentar

Yang lain