Kesempatan yang diberikan kepada ekonomi Vietnam ketika ikut pada Perjanjian-Perjanjian Perdagangan Bebas

(VOVworld) – Pada tahun 2015, Vietnam menandatangani 2 Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Republik Korea dan Persekutuan Ekonomi Asia-Eropa, mengakhiri perundingan FTA dengan Uni Eropa (EU) dan khususnya menyelesaikan perundingan Perjanjian Kemitraan Trans Pasifik (TPP). Ini dianggap sebagai aspek yang paling menonjol dalam aktivitas integrasi ekonomi Vietnam pada tahun 2015. Semua FTA generasi baru ini akan memperkuat ekspor, menyerap investasi asing, membuka pintu baru kepada perkembangan ekonomi Vietnam pada tahun-tahun mendatang. 


Kesempatan yang diberikan kepada ekonomi Vietnam ketika ikut pada Perjanjian-Perjanjian Perdagangan Bebas - ảnh 1
Vietnam menandatangani FTA dengan Republik Korea pada Oktober 2014
(Foto : baomoi.com)


Perjanjian-Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA)  yang telah ditandatangani Vietnam atau yang proses perundingannya selesai pada tahun 2015 semuanya adalah perjanjian perdagangan bebas generasi baru. Terbanding dengan FTA tradisional, komitmen FTA generasi baru meliputi secara luas tidak hanya di bidang-bidang seperti perdagangan komoditas, jasa, kepemilikan intelektual, investasi saja, melainkan juga bidang baru seperti badan usaha milik Negara, pembelanjaan publik, beacukai, perkembangan yang berkesinmabungan dan semua masalah non-perdagangan.

Isi resmi FTA generasi baru tersebut yalah pencabutan tarif, liberalisasi perdagangan, oleh karena itu membuka banyak kesempatan kepada negara-negara peserta. Hanya Perjanjian perdagangan bebas Vietnam-Uni Eropa (EVFTA) setelah berlaku pada tahun 2018, lebih dari 99% jenis tarif Vietnam ke pasar ini adalah 0%. EVFTA juga akan membantu perekonomian Vietnam meningkat 0,5% GDP dan ekspor meningkat 4-6% per tahun.

 Bagi badan usaha Vietnam, kesempatan paling besar yang diberikan oleh FTA generasi baru ini yalah memperluas pasar dengan memangkas pajak dan menghapuskan rintangan dagang. Doktor Ekonomi Vo Tri Thanh memberitahukan: “Kita sedang berupaya  mencapai nilai perdagangan ekspor tekstil dan produk tekstil kira-kira 20 miliar dolar AS, dan ketika ikut pada FTA- FTA, kita bisa menggeliat menjadi 40 miliar dolar Amerika Serikat. 40 miliar dolar Amerika Serikat itu akan menciptakan banyak mata pencarian. Hasil pertanian juga mendapat prospek besar ketika diekspor, khususnya ke negara-negara anggota TPP karena kita tidak harus bersaing dengan negara-negara ekspor hasil pertanian besar seperti Thailand dan India”.

Ketika ikut pada FTA-FTA generasi baru, kesempatan menyerap modal investasi asing ke Vietnam sangat jelas, khususnya dari beberapa grup besar. Ini adalah kesempatan besar untuk meningkatkan arti perekonomian Vietnam pada 5-10 tahun mendatang.

Menggalang hubungan perdagangan bebas dengan Uni Eropa, Persekutuan Ekonomi Asia-Eropa, Republik Korea dan dengan 11 negara anggota TPP telah memberikan kesempatan kepada Vietnam untuk melakukan restrukturisasi pasar ekspor-impor menurut arah yang lebih seimbang. Partisipasi pada FTA-FTA generasi baru juga menjadi kemsempatan bagi Vietnam untuk membentuk struktur ekonomi yang lebih sempurna. Selain itu, semua tuntutan membuka pintu pasar bagi semua Perjanjian perdagangan juga menimbulkan tekanan untuk melakukan reformasi secara lebih komprehensif. Oleh karena itu, dengan FTA generasi baru ini, Vietnam bisa mencapai satu kemajuan baru di atas jalan reformasi institusi ekonomi pasar, salah satu diantara tiga terobosan strategis yang ditetapkan Vietnam secara intensif, ekstensif dan komprehensif. Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, Vu Huy Hoang menegaskan: “Semua keunggulan dan kepentingan yang diperoleh Perjanjian perdagangan yang ditandatangani Vietnam akan memberikan sumbangan yang amat penting bagi Vietnam dalam proses memperhebat integrasi internasional, restrukturisasi perekonomian berkait dengan memperbarui pola pertumbuhan, membantu Vietnam semakin menduduki posisi yang amat penting dalam gelanggang permaian besar tentang perdagangan dan investasi”.

Bisa dikatakan bahwa Vietnam belum pernah melakukan integrasi secara ektensif dan intensif seperti sekarang. Proses ini sedang menciptakan kesempatan besar kepada Vietnam pada umumnya dan perekonomian Vietnam pada khususnya. Namun, disamping kesempatan dan kekondusifan ialah tantangan, dituntut agar badan-badan pengelolaan dan komunitas badan usaha Vietnam melakukan persiapan dan pemperbaruan untuk menyempurnakan daya saing, memanfaatkan secara baik kesempatan untuk mencapai target perkembangan yang berkesinambungan.

Komentar

Yang lain