Membangun ekonomi kolektif yang kuat untuk mengembangkan perekonomian

(VOVWORLD) - Ekonomi kolektif dengan porosnya ialah koperasi merupakan unsur ekonomi penting dalam perkembangan Vietnam. Pada waktu lalu, situasi dunia pada umumnya dan Vietnam pada khususnya mengalami banyak instabilitas, tetapi koperasi tetap beroperasi secara stabil dan selangkah demi selangkah berkembang dan berangsur-angsur meningkat dari tahun ke tahun.
Membangun ekonomi kolektif yang kuat untuk mengembangkan perekonomian - ảnh 1Membangun ekonomi kolektif yang kuat untuk mengembangkan perekonomian (Foto; baochinhphu.vn) 

Ekonomi kerjasama dan koperasi semakin memainkan peranan penting dan punya makna komprehensif tentang sosial-ekonomi dan politik di Vietnam. Khususnya sejak Undang-Undang tentang Koperasi 2012 diberlakukan telah memanifestasikan pola pikir baru tentang pola koperasi baru dengan intinya ialah “kerjasama”, turut menyempurnakan hubungan produksi, sesuai dengan mekanisme pasar dan pada latar belakang integrasi ekonomi internasional dan persaingan pasar semakin sengit. Pada waktu lalu, sektor  koperasi tetap beroperasi cukup stabil, jumlah koperasi meningkat dari tahun ke tahun, berkembang cukup merata di semua daerah, kualitas aktivitas meningkat. Menteri Perencanaan dan Investasi Vietnam, Nguyen Tri Dung memberitahukan:

“Sektor ekonomi kerjasama dan koperasi masih mengalami banyak keterbatasan dan kesulitan seperti: Laju pertumbuhannay lambat dan tidak stabil; beberapa koperasi belum menaati secara serius ketentuan-ketentuan undang-undang, juga masih ada manifestasi formalitas, jauh dari watak semua prinsip dan nilai koperasi; kemampuan internal dari koperasi-koperasi ini masih lemah, terutama berdasarkan pada modal sendiri, belum mendekati modal pinjaman dari organisasi-organisasi perkreditan; konektivitas dan kerjasama antar-koperasi belum erat dan hasil-gunanya tidak tinggi, peranan gabungan koperasi belum dikembangkan”.

Pada latar belakang perdagangan dunia mengalami banyak perubahan-perubahan telah menciptakan banyak peluang dan tantangan baru kepada ekonomi kerjasama dan koperasi untuk berkembang secara kuat lebih lanjut lagi seperti mendorong kegiatan promosi perdagangan, memperluas pasar konsumsi hasil pertanian Vietnam; memperkuat kemampuan penerimaan dan memobilisasi sumber daya tentang modal dan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi; kebijakan prioritas tentang tarif, gaji, biaya dan sebagainya. Luu Thi Chi, Ketua Gabungan Koperasi Provinsi Thai Binh (Vietnam Utara) mengatakan: Negara dan Pemerintah perlu membarui kebijakan petanahan untuk menciptakan pengungkit dan tenaga pendorong baik kepada koperasi untuk mengembangkan dan mempunyai fasilitas baik.

“Merekomendasikan kepada Partai dan Negara supaya terus mengeluarkan Resolusi-Resolusi yang jelas tentang ekonomi kolektif. Pemerintah juga perlu mengeluarkan kebijakan-kebijakan sinkron dan tepat pada waktu untuk mengatasi sumbatan dalam ekonomi kolektif, terutama barang-barang koperasi yang diekspor ke luar negeri harus ditingkatkan kemampuan dan kualitasnya. Selain itu, gabungan koperasi Vietnam berkoordinasi dengan semua kementerian dan instansi seperti Kementerian Keuangan Vietnam, Bank Negara Vietnam, Kementerian Perencanaan dan Investasi Vietnam, Front Tanah Air Vietnam dan lain-lain untuk menciptakan daya melompat kepada ekonomi koperasi agar ekonomi kolektif harus diperlakukan secara adil dengan bermacam bentuk ekonomi yang lain. Khususnya koperasi-koperasi harus tidak henti-hentinya berupaya meningkat dengan kakinya sendiri dan tidak mundur kebelakang dalam Revolusi Industri 4.0”.

Untuk membawa ekonomi kolektif lepas dari kelemahan-kelemahan untuk berkembang dan berupaya mencapai laju pertumbuhan lebih tinggi, menuju untuk memiliki proporsi yang semakin lebih besar dalam GDP dari perekonomian, negara dan  pemerintah telah memberlakukan dan menggelarkan kebijakan-kebijkan bantuan dan prioritas terhadap koperasi. Disamping itu, banyak daerah telah memberlakukan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan bantuan terpisah untuk memacu koperasi-koperasi berkembang, sesuai dengan kemampuan dan karak teristik lokal. Ketika berbicara di depan “Forum ekonomi kerjasama dan koperasi 2019” dengan tema: “Peluang dan tantangan untuk mengembangkan ekonomi kerjasama, koperasi” yang diadakan di Kota Hanoi baru-baru ini, Deputi Perdana Menteri Vuong Dinh Hue mengatakan:

“Dalam ekonomi kolektif, Komite Sentral Partai Komunis menetapkan bahwa koperasi sebagai poros. Target pertama, membawa ekonomi kolektif lepas dari situasi lemah yang berkepanjangan. Kedua, berupaya mencapai laju pertumbuhan lebih tinggi dan semakin memiliki proporsi yang lebih besar dalam total GDP perekonomian. Dari itu membawa ekonomi kolektif dengan porosnya adalah koperasi berkembang, memberikan hasil guna yang pantas dengan tuntutan dan posisi koperasi dalam perekonomian pasar dengan pengarahan sosialis Vietnam”.

Pada waktu mendatang, latar belakang baru mengedepankan banyak peluang serta tantangan bagi sektor ekonomi koperasi. Dengan sinyal-sinyal baru yang sedang secara positif mempengaruhi gerakan koperasi, bersama dengan bimbingan yang gigih dari pemerintah, partisipasi semua kementerian, instansi, daerah dan upaya menggeliat diri dari koperasi-koperasi, gerakan koperasi di Vietnam akan berkembang secara mantap, memberikan sumbangan penting dalam mengembangkan sosial-ekonomi dan mengembangkan perekonomian pasar dengan pengarahan sosialis Vietnam.

Komentar

Yang lain