Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah

(VOVWORLD) -

MC A: Para pendengar!

Kita kini berada di hari-hari awal tahun 2026 –momentum bagi seluruh bangsa untuk menghimpun kekuatan, memasuki era baru- Era kebangkitan bangsa.

MC B: Pada tahun 2025, rakyat Vietnam harus berupaya sekuat tenaga untuk menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan serta kesulitan berat akibat bencana alam, badai dan banjir.

MC A: Di tengah masa sulit itu, hal yang membangkitkan kepercayaan masyarakat bukan hanya bantuan materi semata, melainkan kehadiran kemanusiaan, tekad bersatu hati dan keterkaitan antara tentara dan masyarakat.

MC B: Acara khusus hari ini akan menceritakan pemulihan rumah-rumah pasca banjir di Vietnam Tengah, dan semarak musim semi di wilayah perbatasan serta harap hijau yang kembali tumbuh pada anak-anak yang kini terlindungi di tengah kabut di wilayah perbatasan.

MC A: Untuk membuka acara khusus hari ini, marilah simak kisah yang berjudul: “Kekhawatiran Terhenti di Balik pintu pada Hari Raya Tet” 

Artikel 1 : Kekhawatiran Kekhawatiran Terhenti di Balik Pintu pada Hari Raya Tet”

MC A: Para pendengar, di hari-hari awal tahun 2026, nuansa musim semi mulai terasa di seluruh negeri berbentuk huruf S.  Namun, memori akan bencana alam yang bersejarah pada November tahun 2025 masih menyisakan luka yang belum sepenuhnya pulih bagi masyarakat di wilayah terdampak banjir di Vietnam Tengah dan Tay Nguyen.  

MC B: Operasi super-cepat dengan tema: “Kampanye Quang Trung” dicanangkan secara tepat waktu dan menumbuhkan kepercayaan baru di tengah masyarakat. 

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 1
Warga Kecamatan Bac Ai Tay, Provinsi Khanh Hoa hadir pada upacara peresmian dan serah-terima rumah baru (Foto: Van Phu)

 

Bagian 1: Ketenteraman Benar-Benar Tiba

 

Pada hari-hari awal Januari 2026, di seluruh pusat banjir Provinsi Dak Lak dan Provinsi Khanh Hoa, terasa meriah layaknya seperti perayaan festival. Tidak ada suara gemuruh banjir maupun tanah longsor, yang terdengar kini adalah kebahagiaan dalam acara serah-terima rumah-rumah baru yang indah. 

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 2Kolonel Hoang Ngoc Thanh (Foto: Van Phu/VOV)

Hadir dalam acara tersebut, Kolonel  Hoang Ngoc Thanh, Wakil Komisaris Politik Pasukan Zeni Satgas dengan terharu menuturkan:

“Rumah-rumah baru yang diresmikan dan diserahkan ini tidak hanya menjadi tempat bernaung dari terik matahari dan hujan melainkan simbol nyata eratnya persaudaraan antara tentara dan rakyat, serta wujud simpati dan saling mendukung di tengah kesulitan. Hunian ini juga menjadi sandaran bagi masyarakat untuk menata kembali kehidupan dengan tenang dan mulai membangkitkan roda perekonomian”.

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 3Para prajurit bekerja lembur siang malam untuk membangun rumah baru kepada masyarakat daerah banjir (Foto: Van Phu)

Nguyen Huu Trung, warga di Dusun Phu Phong, Kecamatan Hoa Thinh, Provinsi Dak Lak dengan bangga menunjuk rumah tahan banjir yang baru dibangun. Ia menyampaikan bahwa mulai sekarang, apabila terjadi banjir, dia cukup naik ke lantai atas agar aman, dan tidak perlu mengungsi ke mana-mana lagi.

“Saya merasa sangat tenang. Ketika nanti terjadi banjir, saya cukup naik ke lantas atas. Saya sangat berterima kasih kepada Partai, Negara dan para prajurit. Para prajurit satgas telah mencurahkan tenaga mereka agar keluarga saya dapat memiliki rumah baru  yang baik”.

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 4Chamalea Chuong (yang kelima dari  kiri) dan warga serta para perwira dalam rumah baru (Foto: Van Phu)

Bagi keluarga Chamalea Chuong, warga etnis minoritas Raglai, di Kecamatan Bac Ai Tay, Provinsi Khanh Hoa, tahun ini terasa istimewa. Keluarga yang beranggotakan enam orang ini mendapat rumah yang luas pada Hari Raya Tahun Baru Imlek (atau Hari Raya Tet). Ia berencana:

“Saya akan menyiapkan segala keperluan untuk menyambut detik-detik malam pergantian tahun dan merayakan Hari Raya Tet bersama-sama dengan anak-anak saya. Berkat bantuan para prajurit, akhirnya saya memiliki rumah baru. Saya sangat gembira dan ingin menyampaikan terima kasih kepada mereka”.

Kekhawatiran akan malam-malam mengungsi tanpa tidur serta hari-hari kelaparan dan kedinginan, kini benar-benar telah ditinggalkan di balik pintu. Sebagai gantinya adalah harapan dan perkembangan yang baru.

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 5Rumah baru untuk warga daerah banjir (Foto: Thai Ba Thuong)

 

Bagian 2: Banjir Berlalu, Namun Kemanusiaan Tetap Ada

 

MC B: Para pendengar, di balik senyuman bahagia di rumah baru mereka, dan di balik tekad gigih para prajurit Tentara Rakyat Vietnam tersimpan kenangan tak terlupakan tentang hari-hari saat “badai demi badai”, dan “banjir demi banjir” datang bertubi-tubi.

MC A: Mengenang kembali hari-hari di bulan November tahun lalu, saat hidup-mati hanya dibatasi garis yang tipis, kita tidak hanya melihat kerusakan alam saja, tetapi juga menyaksikan “mars” khusus dari hati ke hati.

Pada November 2025, wilayah Vietnam Tengah dan Tay Nguyen dilanda banjir besar yang bersejarah. Air menerjang, bahkan sampai 3 meter di beberapa tempat, menenggelamkan ribuan rumah. Nguyen Thi Tam (lahir pada 1950), warga Kecamatan Hoa Thinh masih sangat terguncang saat mengingat kembali momen ketika air menerjang di malam hari. Ia hanya berhasil menyelamatkan diri dengan dua set pakaian di tangannya. Rumahnya runtuh,  dan segalanya tertutup lumpur. Ia menceritakan:

“Saat banjir merendam selama tiga hari tiga malam, semuanya hancur total, tidak ada yang tersisa. Saya berpikir tidak akan pernah lagi memiliki tempat tinggal Seluruh perabot rumahnya hanyut terbawa air.”

Bencana alam yang diakibatkan badai Matmo (badai No 11) dan badai Feng Shen (badai No 12) serta semua dampak pasca badai telah meninggalkan kerusakan panjang bagi Provinsi Ha Tinh hingga Provinsi Dak Lak. Sekitar 1.900 rumah roboh total dan lebih dari 184.000 rumah terendam banjir. 

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 6 Para prajurit satgas menyelesaikan proses terakhir sebelum rumah baru dikerahkan kepada warga Kecamatan Hoa Thinh, Provinsi Dak Lak (Foto: Van Phu)

Secara khusus, di Provinsi Khanh Hoa, tanah dan batu longsor telah berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat etnis minoritas Kecamatan Bac Ai Tay. Nguyen Thi Minh Nguyen, Ketua Komite Kecamatan Bac Ai Tay masih tampak terguncang saat menceritakan kembali banjir bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya di daerahnya.

"Hujan lebat yang turun tanpa henti membuat dusun-dusun Bac Ray 1, Bac Ray 2, dan Gia E terisolasi total, jaringan telekomunikasi, aliran listrik dan akses air bersih terputus. Di jalan raya provinsi 707 terdapat puluhan lokasi tanah longsor yang terkubur di bawah lumpur dan puing-puing, sehingga tidak dapat diakses oleh kendaraan bermotor.

Menyaksikan penderitaan masyarakat, pada 30 November 2025, Perdana Menteri (PM) mencanangkan “Kampanye Quang Trung” sebuah gerakan percepatan merenovasi rumah warga di daerah terdampak banjir. Para prajurit satgas yang biasanya tangguh di medan latihan, kini berubah menjadi tukang bangunan yang terampil. Di lokasi pembangunan di Kecamatan Hoa Thinh, tidak ada hari libur menjelang akhir tahun.  Para prajurit bekerja dengan semangat : “pantang berhenti saat hujan, pantang berhenti sebelum usai”. Mereka bekerja lembur di malam hari untuk mengejar tenggat waktu. Letnan Dua Hoang Le Ngoc Anh dan rekan-rekannya terjun langsung di lokasi tersulit.  

“Kami selalu memegang teguh tanggung jawab setinggi-tingginya untuk membangun rumah bagi masyarakat agar kehidupan mereka cepat stabil. Dari delapan belas rumah yang dipercayakan kepada unit kami, beberapa di antaranya memiliki tantangan besar terutama dalam proses pengangkutan bahan bangunan ke lokasi”.

Citra para prajurit yang di tengah hujan dingin memanggul batu bata dan karung semen, serta berjibaku dengan lumpur telah menyentuh hati masyarakat. Nguyen Thi Minh di Kecamatan Hoa Thinh memberitahukan bahwa ia dan warga setempat secara rutin memasak bubur dan membuat teh untuk memberikan semangat tambahan bagi para prajurit yang bekerja di malam hari. 

“Saat mereka selesai membangun rumah dan menyerahkan rumah untuk pulang ke unitnya, saya merasa sangat terharu. Karena, selama mereka berada di sini ikatan persaudaraan antara tentara dan rakyat terasa  sangat kuat”.

Ikatan erat antara tentara dan rakyat adalah tali penghubung  yang membantu rumah-rumah berhasil dibangun lebih awal dari jadwal yang ditentukan dengan penuh rasa kasih sayang selesai. Saatnya pembangunan rumah selesai, kekhawatiran akan tahun yang penuh badai digantikan dengan kehangatan kemanusiaan dan harapan akan musim semi yang baru.

Artikel 2: Musim Semi di Wilayah Perbatasan Dengan Kehangatan Persaudaraan antara Tentara dan Rakyat

MC A: Para pendengar, di wilayah perbatasan tanah air, suasana Musim Semi kini mulai terasa bagi masyarakat, guru dan pelajar di Kecamatan Xin Man, Provinsi Tuyen Quang melalui Program “Perempuan Militer Mendampingi Perempuan Wilayah Perbatasan”.

MC B: Di tengah kabut dan medan yang berbahaya, persaudaraan antara tentara dan rakyat tengah bersemi dengan cara yang paling istimewa.

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 7Program Musim Semi Penjaga perbatasan menghangati hati masyarakat tahun 2026 berlangsung di Wisma Budaya Ta Gia Khau (Foto: An Kien/ VOV Tay Bac)

Setelah menempuh puluhan kilometer jalur pegunungan terjal yang rawan longsor dengan tikungan tajam yang diapit tebing curam di satu sisi dan jurang dalam di sisi lainnya, kami tiba di Kecamatan Xin Man, Provinsi Tuyen Quang, di tengah kedinginan daerah ujung tanah air, dimana angka kemiskinan masih tergolong tinggi, yaitu lebih dari 50 persen.

Di tengah kesulitan tersebut, cabang sekolah dasar berasrama etnis Nàn Xỉn hadir seperti titik cerah, memberikan pengetahuan, kepercayaan dan peluang belajar kepada anak-anak daerah pegunungan. Namun, saat menyaksikan anak-anak beristirahat di ruangan pembelajaran yang masih kurang para prajurit Tentara Rakyat Vietnam tidak dapat menahan rasa sedih. Dari keprihatinan ini, sebuah “beranda halaman sekolah” telah dibangun dan diresmikan. Kolonel Nguyen Thi Thu Huyen, Kepada Departemen Perempuan Militer, Direktorat Jenderal Politik, Kementerian Pertahanan mengatakan:  

“Program ini merupakan wujud kasih sayang, tanggung jawab dan keprihatian tulus kami melalui beberapa kegiatan nyata seperti membangun beranda di halaman sokolah sehingga anak-anak dapat bermain dan beristirahat dengan nyaman tanpa terganggu cuaca setelah jam-jam pembelajaran”.

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 8Upacara peresnian proyek “beranda halaman sekolah” (Foto: Van Phu)

Bapak guru Nguyen Van Hiep, Kepala Sekolah, menyampaikan bahwa pada tahun ajaran 2025-2026, sekolah ini mempunyai 364 siswa, yang seluruhnya adalah masyarakat etnis minoritas seperti La Chi, Phu Na, Nung, Mong dan Dao.  

“Infrastruktur sekolah kami masih terbatas. Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, khususnya Program Perempuan Militer mendampingi perempuan wilayah perbatasan, kami sangat gembira. Dari rumah-rumah yang rusak berat, sekarang, telah mendapat beranda di halaman sekolah, serta  televisi baru agar para siswa bisa mulai mengenal teknologi. Kami para guru pun kini bisa mengajar dengan tenang”.

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 9Anak-anak dengan gembira menerima pakaian hangat dalam program Perempuan Militer mendampingi perempuan di wilayah perbatasan (Foto: Van Phu)

Di tengah dinginnya awal tahun di wilayah perbatasan, pemandangan yang paling mengharukan adalah saat para prajurit perempuan, prajurit satgas dan para ibu dan perempuan dalam rombongan kerja langsung memakaikan jaket-jaket baru kepada para siswa. Ly Thi Hoai, pelajar kelas 5A2 dengan gembira menuturkan:

“Saya merasa sangat senang, bangga dan bahagia. Hadiah ini sangat istimewa bagi saya. Saya berjanji akan belajar matematika dengan giat  karena cita-cita saya ingin menjadi guru agar bisa membantu orang tua saya dan membangun desa saya."

Di tengah rimbunnya hutan dan pegunungan, warna biru seragam tentara berbaur dengan warna-warni baju panjang tradisional (Ao Dai) yang baru. Ini menjadi kenangan unik yang dihadiahkan oleh rombongan kerja kepada para guru perempuan. Hoang Thi Huyen, Ibu guru kelas 3A1 tidak dapat menyembunyikan rasa harunya:    

“Ao Dai bukan hanya simbol kecantikan perempuan Vietnam, tetapi  juga hadiah yang penuh dengan makna kami, para guru. Gaun ini mencerminkan besarnya kasih sayang para prajurit kepada kami yang bertugas di wilayah perbatasan”.

Hari Raya Tet yang Damai Tenteram di Setiap Rumah - ảnh 10Warga menerima bingkisan dalam program "Perempuan Militer mendampingi perempuan di wilayah perbatasan"(Foto: Van Phu)

Selain mendukung sektor pendidikan, Program “Perempuan Militer mendampingi perempuan di wilayah perbatasan” juga menaruh perhatian besar pada penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan melalui pembangunan rumah dan penyampaian  beberapa paket bantuan dengan total nilai sebanyak 1,2 miliar VND. Menurut Kolonel Ta Hong Quang, Komisaris Politik Pasukan Zeni Satgas, dari semula hanya tinggal di rumah-rumah dengan dinding bambu yang bocor, kini masyarakat telah mendapat rumah-rumah kokoh yang melindungi mereka dari terik matahari dan hujan. Hal ini memungkinkan mereka untuk fokus bekerja dan berproduksi dengan tenang, serta bersama dengan prajurit Tentara penjaga perbatasan menjaga dan membela kedaulatan.

Perpisahan dengan wilayah perbatasan itu diwarnai dengan jabat tangan hangat, dan air mata haru, baik dari mereka yang pergi maupun yang tinggal. Semuanya membentuk lukisan terindah tentang ikatan erat antara tentara dan rakyat. Itu juga menjadi bingkisan Hari Raya Tet yang nyata dan paling bermakna yang dihadiahkan oleh Tentara Rakyat Vietnam kepada masyarakat agar setiap kali Hari Raya Tet tiba, kepercayaan dan harapan akan sebuah Musim Semi baru yang damai tenteram, serta kehidupan yang cukup pangan cukup sandang kembali menyala dan tersebar luas di seluruh pelosok negeri berbentuk huruf S ini. 

MC B: Para pendengar, ketika kekhawatiran benar-benar telah kita tinggalkan di balik pintu, kita kini bersama memasuki era baru, era kebangkitan bangsa dengan kepercayaan “Tidak ada siapa pun yang tertinggal di belakang”.

MC A: Ketika ada kekompakan Partai, Negara, Tentara dan Rakyat, tidak ada kesulitan yang tidak bisa kita atasi.

MC B: Segala upaya yang sudah, sedang dan akan kita lakukan ini menyalakan api keyakinan akan masa depan yang lebih baik agar setiap kali musim semi tiba, menjadi sebuah musim semi yang lebih bermakna.

Komentar

Yang lain