Mengkonservasikan musik tradisional etnis-etnis minoritas di Viet Nam

(VOVWORLD) - Musik dari etnis-etnis minoritas memainkan peranan penting dalam menciptakan keanekaragaman taman bunga seni musik tradisional Viet Nam. Pada latar belakang banyak ragam musik etnis-etnis minoritas menghadapi bahaya mengalami kepunahan, badan-badan fungsional, daerah-daerah dan komunitas etnis-etnis minoritas sedang aktif mengkonservasikan dan menjaga khazanah musik ini.
Mengkonservasikan musik tradisional  etnis-etnis minoritas di Viet Nam - ảnh 1Pertunjukan gong dan bonang daerah Tay Nguyen (Foto:  internet)

 Vietnam merupakan satu negara multi-etnis, di antaranya, setiap etnis memiliki adat istiadat dan bahasa sendiri-sendiri. Etnis-etnis ini juga menciptakan dan memiliki satu dunia permusikan yang membawa jati diri khusus, meliputi khazanah lagu-lagu rakyat, instrumen musik yang kaya raya dan khas yang dikaitkan dengan kehidupan spirituil dan materiil serta spiritualitas  warganya. Di antaranya ada banyak karya musik yang tidak hanya dikenal oleh orang Viet Nam saja, tapi juga  oleh banyak orang asing.

Tentang peranan musik etnis-etnis minoritas Viet Nam bagi perkembangan kebudayaan bangsa, Profesor Muda, Doktor Nguyen Binh Dinh, mantan Kepala Institut Permusikan Viet Nam menilai: “Etnis-etnis minoritas memiliki pola-pola pikir tentang irama, molodi, instrumen musik dan cara memanifestasikan sendiri. Komunitas 53 etnis minoritas telah menciptakan satu taman bunga kesenian, punya keumuman Viet Nam dan kekhususan  jati diri sendiri-sendiri dari masing-masing etnis. Justru 53 etnis minoritas ini telah menentukan keanekaragaman dalam identitas musik bangsa Viet Nam. Mereka menentukan pmenciptaan jati diri khusus dari etnis-etnis dan Viet Nam di kawasan dan dunia”.

Mujur sekali  ada satu khazanah musik tradisional dengan berbagai ragam musik, tetapi pada syarat Tanah Air melakukan integrasi dan perkembangan, banyak ragam musik etnis-etnis minoritas Viet Nam sedang berangsur-angsurmenjadi  punah. Oleh karena itu, masalah mengkonservasikan, menjaga dan mengembangkan nilai musik tradisional dari etnis-etnis menjadi mendesak lebih dari pada yang sudah-sudah. Instansi Kebudayaan Viet Nam telah dan sedang berupaya menyusun mekanisme kebijakan, menggelarkan proyek-proyek dan rencana mengkonservasikan dan mengembangkan warisan musik tradisional dari etnis-etnis minoritas, di antaranya berfokus melakukan investasi, memberikan  biaya untuk menyelenggarakan aktivitas-aktivitas pertunjukan dan mewariskan musik tradisional ke generasi-generasi penerus.

Pusaka akan dikonservasikan secara paling baik dan hidup secara paling mantap di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, masalah menyemangati dan memacu komunitas etnis-etnis minoritas mengkonservasikan pusaka musik etnisnya melalui aktivitas-aktivitas pertunjukan dan dalam aktivitas kebudayaan sehari-hari merupakan pekerjaan yang penting. Menurut itu, warga etnis-etnis minoritas di daerah Tay Nguyen (Viet Nam Tengah) akan menjadi subyek dari festival budaya gong dan bonang Tay Nguyen yang akan berlangsung di Provinsi Gia Lai pada bulan November mendatang. Bapak Phan Xuan Vu, Kepala Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Gia Lai memberitahukan: “Pada festival kali ini, kami menaruh perhatian khusus terhadap faktor komunitas dan faktor kerakyatan. Kami mengarah kepada rakyat, mengarah ke komunitas yang merupakan pemilik-pemilik ruang budaya gong dan bonang. Pada tahun 2017 dan tahun 2018, semua kabupaten, kotamadya dan kota juga menyelenggarakan festival gong dan bonang. Festival gong dan bonang tingkat kabupaten dan kotamadya bermaksud mempersiapkan kekuatan untuk ikut serta dalam Festival Gong dan Bonang tahun 2018”.

Dalam pada itu, warga  etnis minoritas Bo Y di Kecamatan Quyet Tien, Kabupaten Quan Ba, Provinsi Ha Giang (Viet Nam Utara) selama ini mempunyai metode sangat sendiri untuk menjaga musik etnisnya. Musik tradisional selalu mereka hormati dan jaga dalam semua aktivitas komunitas. Menurut itu, dalam upacara memuja arwah dari etnis ini juga harus ada cukup berbagai instrumen musik tradisional dari etnisnya. Para artisan etnis minoritas Bo Y juga menghimpun dan mencetak sendiri lagu-lagu rakyat etnisnya menjadi buku untuk diwariskan ke generasi  kemudian. Khususnya, para artisan juga mencatat lagu-lagu rakyat dalam bahasa Viet Nam agar banyak orang  dalam dan luar komunitas bisa menbaca dan mempelajarinya. Mereka juga menyediakan banyak waktu dan tenaga untuk memilih para pemuda yang mempunyai kemampuan mewariskan lagu rakyat. Selain mencantumkan dan mewariskan, para artisan juga  mengubah lagu-lagu rakyat etnisnya agar sesuai dengan selera musik zaman guna menciptakan rasa antusias kepada generasi muda. Ini merupakan cara yang sangat tipikal dalam usaha mengkonservasikan musik tradisional dari etnis-etnis minoritas di Viet Nam.  

Komentar

Yang lain