Musim semi di kampung halaman dalam hati para diaspora Vietnam

(VOVworld) - Hari Raya Tahun Baru tradisional Imlek (atau Hari Raya Tet) adalah hari yang paling suci sepanjang  tahun untuk semua warga Vietnam. Setiap kali Hari Raya Tet tiba, para diaspora Vietnam merasa gembira, antusias  dan berbelanja barang-barang Hari Raya Tet untuk kembali ke kampung halaman guna merayakan Hari Raya Tet menurut tradisi bangsa. 

Musim semi di kampung halaman dalam hati para diaspora Vietnam  - ảnh 1
Program:“ Musim semi  kampung halaman”.
(Foto: dantri.com.vn).

Setiap tahun, Komite Negara tentang orang Vietnam di luar negeri, dari Kementerian Luar Negeri selalu menyelenggarakan program:“ Musim semi  kampung halaman” pada kesempatan Hari Raya Tet untuk menyambut para putra bangsa yang dari jauh kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi Vietnam. Dengan program“ Musim semi  kampung halaman tahun 2015” untuk pertama kalinya diadakan di kota Ho Chi Minh, ribuan orang  diaspora di seluruh dunia telah mendaftarkan nama untuk menghadiri program ini dan secara antusias pulang kembali ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Tet. Dokter, Doktor Kedokteran, Pham Thien Hung, Ketua Asosiasi Ilmu Kedokteran Timur Vietnam di Federasi Rusia mengatakan:“Orang Vietnam yang ke semua penjuru dunia untuk bekerja, sekarang  pulang kembali ke kampung halaman untuk  membangun kehidupan menjadi lebih berbahagia dan sejahtera lagi . Saya beranggapan bahwa para diaspora Vietnam sangat menginginkan agar program : “Musim semi kampung halaman” diselenggarakan setiap tahun untuk mengenangkan  sejarah  Tanah Air Vietnam”.

Mac Van Tan, kampung halaman-nya  di kota Hai Phong (Vietnam Utara) pergi ke Jerman sejak tahun-tahun 80-an. Dia pulang kembali ke Vietnam  pada kesempatan Tanah Air sedang menyongsong satu musim semi baru, dia merasa terharu setelah 34 tahun tinggal jauh dari kampung halaman, karena bagi dia  Hari Raya Tet di luar negeri tidak bisa dibandingkan dengan Hari Raya Tet di kampung halaman.

Sementara itu, Ibu Tu Linh  yang dulu adalah Direktur Panti Asuhan  Lam Ti Ni di kota Sai Gon (yang sekarang adalah kota Ho Chi Minh) mengatakan bahwa  sudah tinggal di Amerika Serikat selama bertahun-tahun, akan tetapi dia tetap masih sangat merindukan  akan kampung halaman. Sekarang ini, di luar negeri, mencari masakan Vietnam, bahan-bahan untuk membuat masakan Vietnam pada Hari Raya Tet tidak sulit, akan tetapi tidak bisa menemukan  suasana yang hangat pada Hari Raya Tet seperti di kampung halaman. Hari Raya Tet sangat berarti bagi dia karena dia baru bisa bersama-sama dengan para diaspora lain menghadiri satu program besar yang diselenggarakan oleh Negara Vietnam untuk para diaspora Vietnam. Ibu Tu Linh mengatakan:Anak saya merasa khawatir dan tidak menginginkan saya pulang kembali ke kampung halaman, karena kesehatan saya tidak cukup baik. Akan tetapi, saya harus kembali ke kampung halaman. Ketika pulang kembali ke Vietnam , saya merasa sangat terharu”

Tidak ada  yang lebih berbahagia ketika dapat merayakan  Hari Raya Tet di kampung halaman dan menyaksikan perubahan di Tanah Air. Bersama dengan kegembiraan menyambut musim semi baru, banyak diaspora Vietnam juga sangat gembira ketika melihat bahwa pada tahun lalu, ekonomi Vietnam mencapai tarap pertumbuhan di luar dugaan dan Musim Semi 2015 sedang tiba yang menjanjikan banyak kesempatan perkembangan, banyak indikasi yang menggembirakan tentang satu tahun baru yang mendapat banyak syarat kondusif. Ini juga merupakan tenaga pendorong bagi mereka untuk melakukan investasi, memberikan sumbangan lebih banyak lagi pada perkembangan Tanah Air. Jonathan Hanh Nguyen, seorang diaspora Vietnam di Fiipina, Ketua Dewan Eksekutif Grup trans -Pasifik (IPP) mengatakan:Saya beranggapan bahwa kalau masih hidup, artinya tetap masih menghasilkan uang. Sedangkan, semua orang yang menjumpai kesukaran lebih memerlukan uang lagi. Demi alasan itu, saya selalu pergi ke daerah-daerah pedalaman dan daerah pelosok di seluruh negeri Vietnam untuk membantu warga daerah setempat. Dalam program: “  Demi anak-anak  tidak harus putus sekolah”, saya telah datang  ke  60 propinsi dan kota di Vietnam. Saya menyedari perlu-nya dan tanggung jawab sendiri untuk membantu  para pelajar ini”.

Demikian-lah perasaan dari para diaspora yang tinggal jauh dari kampung halaman Kebahagiaan mereka yalah dapat berbaur pada suasana  merayakan Hari Raya Tet di kampung halaman dan perasaa itu telah menjadi tenaga pendorong yang membantu mereka bersatu padu dengan Tanah Air. Mereka bersama-sama dengan puluhan juta warga di dalam negeri merayakan satu musim semi baru, Musim Semi 2015 dengan kegembiraan yalah Tanah Air akan  semakin menjadi sejahtera dan kuat./.


Komentar

Yang lain