Ikhtisarkan Surat Beberapa Pendengar dan Perkenalan Sepintas tentang Pengelolaan Sampah di Vietnam

(VOVWORLD) - Saudara-saudara pendengar! Selamat bertemu kembali dengan saya, Thuy Trang, yang akan menemani Anda dalam acara “Kotak Surat Anda”. Pekan ini, Departemen Luar Negeri VOV5 menerima 382 surat dan email dari 39 negara dan teritori, 40 di antaranya ditujukan kepada Program Siaran Bahasa Indonesia. 

Kami menerima surat dan email dari Saudara-saudara: Rudy Hartono, M Sumantri, Fachri, Eddy Setiawan, Waluyo Ibn Disman Hari Santosa, dan beberapa pendengar lainnya. Sesuai laporan pantauan siaran radio, pada umumnya kualitas gelombang radio cukup baik dan stabil pada frekuensi 12020 Khz dan 9840 Khz. Kami sangat gembira atas informasi pancaran dari Saudara pendengar. Kami berharap Anda dapat secara reguler melaporkan hasil pemantauan siaran radio agar kami mengetahui situasi gelombang radio di daerah Anda. 

Mengawali acara Kotak Surat Anda untuk pekan ini, mari kita simak pengalaman Saudara Rudy Hartono saat mengikuti kelas Bahasa Vietnam  di bawah tanggung jawab mantan penyiar Tu Thuy: “Awal April 2021 kami baru saja selesai mengikuti kursus Bahasa Vietnam yang diajarkan langsung oleh guru Bahasa yang juga seorang penyiar senior Radio Suara Vietnam, Ibu Tu Thuy. Perjalanan kursus 3 bulan itu cukup menyenangkan. Padahal Bahasa Vietnam itu adalah salah satu Bahasa tersulit di dunia. Kata kuncinya adalah guru yang pandai mengambil hati muridnya. Guru memberikan hadiah kepada muridnya yang pandai dan mengikuti kursus ini sampai tuntas dan serius. Strategi belajarnya cukup baik. Selain mengajarkan Bahasa Vietnam Dasar, ia juga mengajarkan muridnya bernyanyi, mendongeng dan belajar tampil di muka umum melalui video yang dibuat para murid. Dari puluhan murid yang tersisa, semua murid merasakan kehangatan seorang guru dan juga seorang penyiar radio. Semua murid dan guru merasa telah menjadi satu keluarga yang saling menyapa dan bertukar pengalaman serta informasi. Maklum saja murid beliau berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada dari Sumatra, Makasar, Kalimantan, Jawa , Riau, dan Jakarta.”  

Saudara pendengar, dalam era masyarakat yang kian go international, Anda dapat berbicara dua bahasa atau lebih adalah suatu keuntungan yang sangat besar. Menguasai suatu bahasa asing akan membantu Anda berkomunikasi dengan banyak komunitas multibahasa, hal itu akan membantu Anda memperluas koneksi secara cepat dan lebih mudah. Selain itu, menguasai lebih dari satu bahasa membantu Anda lebih mengerti kebudayaan berbagai negara. Pengetahuan atas suatu negara akan menjadi lebih mudah apabila Anda dapat berbicara bahasa negara tersebut. Atau apabila Anda menguasai suatu bahasa asing, terbuka kesempatan untuk belajar berbagai bahasa asing lainnya. Inilah strategi yang dapat diterapkan bagi yang gemar belajar bahasa asing. Mengetahui hal tersebut, mantan penyiar Tu Thuy telah membuka satu kelas Bahasa Vietnam gratis pertama bagi para pendengar Indonesia dengan tujuan menggunakan bahasa sebagai jembatan yang menghubungkan budaya Vietnam-Indonesia. Semoga melalui kelas tersebut para pendengar Indonesia akan lebih mendapat pengalaman dan kian mencintai negara dan masyarakat Vietnam. Untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang Vietnam, jangan lupa mengikuti program-program Siaran Bahasa Indonesia dan mengakses website vovworld.vn agar tidak terlewatkan informasi terkini dan menarik setiap hari!

Pekan ini, Saudara Hari Santosa juga mengirimkan komentar di fanpage kami, di antaranya, ia bertanya, “Di Vietnam apa juga ada sistem pengelolaan sampah seperti di Indonesia yaitu Bank Sampah? Warga mengelola dan memilah sampah kemudian ditampung di Bank Sampah dan hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan warga anggota Bank Sampah tersebut.”  Saudara Hari Santosa yang budiman, perkembangan ekonomi serta peningkatan penduduk yang pesat membuat sampah domestik dan sampah medis di berbagai kota besar di Vietnam meningkat lebih cepat daripada negara-negara lainnya di dunia.
Ikhtisarkan Surat Beberapa Pendengar dan Perkenalan Sepintas tentang Pengelolaan Sampah di Vietnam - ảnh 1Ilustrasi (Foto: VNA)

Saat ini di Vietnam belum ada Bank Sampah seperti di Indonesia, sampah domestik sebagian besar dikumpulkan ke tempat pengumpulan sampah, kemudian dipilih dan dipilah untuk dibawa ke pabrik pengelolaan sampah. Sampah domestik akan dibakar dan dikubur. Berbagai jenis sampah yang dapat didaur ulang akan diproses daur ulang. Selain itu masih ada solusi pengolahan mikrobiologi, pengolahan sampah domestik dengan metode biologis. Warga dapat menggunakan metode tersebut di rumah untuk menghilangkan bau, meningkatkan penguraian sampah domestik yang berguna. Bahan kimia yang digunakan adalah Microbe-lift OC-IND yang dapat mengendalikan hampir semua gas penyebab bau, tidak beracun, dan tidak menimbulkan bau pada lingkungan hidup serta kesehatan manusia. Saudara pendengar, semoga beberapa informasi tentang pengolahan sampah tersebut membantu Anda memiliki cara pandang sepintas tentang situasi pengelolaan sampah di Vietnam. Mari kita bersinergi mendukung satu lingkungan “Hijau – Bersih – Indah” seperti dalam lirik “Hal Itu Tergantung pada Tindakan Anda” ciptaan komponis Vu Kim Dung: “Negara Vietnam yang hijau/ Apakah bersih dan indah selamanya/ Hal itu tergantung pada tindakan Anda/ Hanya tergantung pada Anda saja.”

 Saudara pendengar, jika Anda ingin mendengar dan membaca kembali program siaran kami, silakan akses situs kami: www.vovworld.vn. Surat dapat Anda layangkan ke alamat email: Indonesia.vov5@gmail.com, atau alamat pos: Jalan Ba Trieu, nomor 45, Distrik Hoan Kiem, Kota Ha Noi, Vietnam.

Komentar

Yang lain