Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“

(VOVWORLD) - Program dengan tema: “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia” telah diadakan pada Senin malam (16/11), di Kota Hanoi. Program tersebut diadakan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Vietnam, sehubungan dengan peringatan ultah ke-65 penggalangan hubungan diplomatik antara Vietnam dan Indonesia untuk menyosialisasikan kebudayaan yang beranekaragam ASEAN, turut memperkuat temu muhibah dan saling pengertian antara dua negara.

Hadir pada program tersebut ada Anggota Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, Direktur Jenderal Radio Suara Vietnam, Nguyen The Ky; Duta Besar Luar Biasa Dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Vietnam,Ibnu Hadi, Deputi Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam, Ta Quang Dong; Ketua Gabungan Asosiasi Persahalatan Vietnam, Nguyen Phuong Nga, dan para peserta.

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 1

Para peserta dalam progaram tersebut (Foto: VOV)

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Vietnam, Ibnu Hadi berbicara di depan upacara pembukaan program tersebut.

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 2

Dubes Ibnu Hadi berbicara (Foto: KBRI di Hanoi)

Deputi Menteri Kebudayaan, Olaraga, dan Pariwisata Vietnam, Ta Quang Dong berpidato di depan acara:

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 3

Deputi Menteri Ta Quang Dong berbicara (Foto: KBRI di Hanoi)

Hubungan antara Vietnam dengan Indonesia digalang sebelum tahun 1945. Hubungan persahabatan tradisional dan hubungan kemitraan yang erat kedua negara telah tidak henti-hentinya dipupuk secara manap selama ini.

Video dokumenter “Vietnam – Indonesia, jauh di mata, dekat di hati”

Pada tahun 1955, dua negara Vietnam dan Indonesia menggalang hubungan diplomatik, tahun 1955 juga menandai kunjungan dua pemimpin Presiden Ho Chi Minh dan Presiden Soekarno, dua orang yang meletakkan fondasi bagi hubungan diplomatik dan antara dua negara dan dua bangsa hingga saat ini. Meskipun institusinya  berbeda, tetapi hubungan antara Vietnam dan Indonesia tetap selalu berkembang dan berkelanjutan.

Sehubungan dengan peringatan ultah ke-65 hubungan diplomatik Vietnam–Indonesia (1955-2020), Kedutaan Besar (Kedubes) Vietnam di Indonesia berkoordinasi dengan Kedubes Indonesia di Vietnam mengadakan sayembara pembuatan logo untuk menandai peristiwa penting ini. Sayembara tersebut berlangsung secara sukses dan sudah memilih 5 orang pemenang. Hadiah pertama jatuh di tangan saudara Tran Hoai Duc asal Vietnam.

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 4

 Logo peringatan ultah ke-65 hubungan diplomatik Vietnam-Indonesia (Foto: Kedubes Vietnam untuk Jakarta)

Logo yang menang tersebut memenuhi semua kriteria dan mengandung filosofi yang mendalam, dengan kombinasi kreatif antara dua burung legendaris yaitu burung Lac di Vietnam dengan burung Garuda di Indonesia, yang melambangkan aspirasi akan perdamaian dan kemakmuran kedua bangsa. Angka 65 digayakan dalam bentuk sayap burung yang melebar, terbang ke depan. 

Pada bulan lalu, Kedubes Indonesia di Hanoi juga mengadakan kontes video  dengan tema: “Aku dan Indonesia” untuk orang-orang Vietnam yang berbicara bahasa Indonesia.

Video dari para pemenang kontes:

Karya yang mencapai Hadiah pertama dari kontestan Pham Thi Yen Oanh asal Kota Ho Chi Minh

Karya yang mencapai Hadiah ke-2 dải kontestan Dinh Thi Thai Linh asal Kota Hanoi

Karya yang mencapai Hadiah ke-3 dari kontestan Nguyen Thi Huong asal Kota Hanoi

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 5

 Dubes Ibnu Hadi dan Deputi Menteri Ta Quang Dong memberikan hadiah kepada pêmnanghadiah pertama sayembara pembuatan logo peringatan ultah ke-65 hubungan diplomatik Vietnam-Indoneisa, Tran Hoai Duc; para pemenang hadiah ke-2 dan hadiah ke-3 kontes video dengan tema: “Aku dan Indonesia”, Dinh Thi Thai Linh dan Nguyen Thi Huong (Foto: VOV)

Program dengan tema” Malam Persahabatan Vietnam dan Indonesia” adalah peristiwa budaya dan kesenian untuk menyosialisasikan kebudayaan yang beraneka-ragam ASEAN, turut memperkuat temu persahabatan dan saling pengertian antara dua negara, memperkuat solidaritas antara rakyat dua negeri, lebih mengembangkan hubungan strategis Vietnam-Indonesia.

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 6
Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 7

Kedua tarian “Sekar Jepun” yang berasal dari pulau Bali dan tarian “Bajidor Kahot” di Provinsi Jawa Barat adalah tarian-tarian tradisional di Indonesia. Koreografer acara tersebut adalah seniman Le Tran Thao Nhi, orang yang menerima Beasiswa Kebudayaan Kesenian Indonesia pada tahun 2016.

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 8

Penyanyi Trong Tan mengumandangkan lagu “Vietnam – kampung halaman ku” (Foto: VOV)

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 9

 Acara-acara kesenian kedua negara Vietnam-Indonesia telah meninggalkan kesan yang baik bagi para penonton (Foto: VOV)

Dan akhirnya, acara pertunjukan yang sangat unik – lagu yang berjudul: “Malam terang bulan”, lagu yang terkenal di Indonesia dan berangsur-angsur menjadi populer di Vietnam. Lagu ini yang dikumandangkan oleh penyanyi Bao Tram dan Dusbes Ibnu Hadi.

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 10

 Lagu “Malam terang bulan” dimanifestasikan dengan alunan suara penyanyi Bao Tram dan Dubes Ibnu Hadi (Foto: VOV)

Panorama Program “Malam Persahabatan Vietnam-Indonesia“ - ảnh 11

 Para undangan memberikan bunga-bunga dan berfoto bersama dengan para seniman (Foto: VOV)

Berdasarkan fondasi kesamaan tentang budaya dan sejarah, Vietnam dan Indonesia bersama-sama berbagi banyak kepentingan dalam mendorong konektivitas regional dan internasional. Kedua negara bersama mencapai banyak hasil yang positif dalam Komunitas Sosial-Budaya ASEAN, memberikan sumbangsih yang positif bagi proses pembangunan Komunitas ASEAN yang bersatu dan berkembang, berkoordinasi secara erat dan saling mendukung di forum-forum regional dan internasional.

Komentar

Yang lain