Vietnam memberikan sumbangan aktif demi satu ASEAN yang damai dan stabil

(VOVworld) – Untuk melaksanakan garis politik hubungan luar negeri, pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-22 yang diadakan di Brunei Darussalam dari 24 sampai 25 April ini, delegasi Vietnam yang dikepalai Perdana Menteri (PM), Nguyen Tan Dung terus memberikan banyak sumbangan. Vietnam menegaskan akan memprioritaskan strateginya ialah mementingkan kerjasama dengan ASEAN, berusaha bersama dengan semua negara lain membangun satu komunitas ASEAN yang bersatu dan kuat. 

Vietnam memberikan sumbangan aktif demi satu ASEAN yang damai dan stabil - ảnh 1
Deputi Menlu Pham Quang Vinh
(Foto: dangcongsan.vn)

Menjelang perlawatan ini, ketika menjawab interviu kalangan pers, Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Pham Quang Vinh menegaskan bahwa Vietnam selalu mementingkan kerjasama dalam ASEAN dan menginginkan supaya kerjasama ASEAN serta kerjasama antara ASEAN dengan semua negara mitra dialog semakin berkembang. 

Deputi Menlu Pham Quang Vinh mengatakan: “Ini merupakan strategi prioritas Vietnam, maka kita telah berinisiatif dan berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab pada semua urusan bersama ASEAN. Vietnam mendukung semua target ASEAN, yaitu membangun komunitas yang bersatu, mengembangkan peranan-peranan dominan ASEAN untuk mengaitkan dan merangsang semua mitra dialog bersama-sama ikut membangun lingkungan yang damai, stabil, bekerjasama dan berkembang di kawasan. Bersamaan itu memperkuat hubungan antara ASEAN dengan semua negara mitra dialog”.

Di samping target membangun komunitas, ASEAN sedang terus menjunjung tinggi penguatan solidaritas dan mengembangkan peranan dominan dari ASEAN dalam menangani masalah-masalah penting yang bersangkutan dengan perdamaian, keamanan, kestabilan dan perkembangan di kawasan. Menurut Deputi Menlu, Pham Quang Vinh, satu lingkungan yang damai, stabil, bekerjasama dan berkembang merupakan masalah yang penting bagi setiap negara anggota ASEAN. Untuk berhasil melakukan hal itu, ASEAN memerlukan 2 faktor yaitu berinisiatif dan bersolidaritas.

Deputi Menlu Pham Quang Vinh memberitahukan: “Yang pertama ialah ASEAN harus bersandar pada semua prestasi dan sumbangan aktif yang telah dicapai serta terus mengembangkannya lebih lanjut lagi, khususnya bisa menyusun dan mengajukan agenda-agenda dan bidang prioritas umum di seluruh kawasan. Yang ke-2 ialah ASEAN harus terus berkoordinasi dengan para mitra untuk membangun patokan perilaku di kawasan, bersamaan itu menyusun mekanisme-mekanisme yang bisa menjamin pelaksanaan secara sukses semua komitmen dan patokan perilaku yang dipermufakatkan guna turut memberikan sumbangan kepada pengokohan dan pengembangan lingkungan yang damai, stabil, bekerjasama dan berkembang”.

Satu isi penting yang diungkapkan pada konferensi tingkat tinggi kali ini ialah bagaimana menjamin lingkungan yang damai, stabil dan aman, diantaranya ada keamanan dan keselamatan maritim di Laut Timur. Ini tidak hanya merupakan perhatian bersama saja, melainkan juga merupakan kepentingan bersama dari ASEAN dan semua negara di kawasan. Pada waktu belakangan ini, masalah Laut Timur muncul perkembangan-perkembangan yang rumit, oleh karena itu pada konferensi tingkat tinggi kali ini, target tinggi yang ditetapkan para pemimpin ASEAN ialah ASEAN perlu terus mengembangkan peranan dan suaranya dalam masalah Laut Timur.

Deputi Menlu, Pham Quang Vinh menganggap: “Target-target yang sudah dipermufakatkan ASEAN perlu dikembangkan dan harus menjadi jaminan bagi semua upaya untuk membangun kepercayaan, mengekang diri, tidak merumitkan situasi. Yang kedua ialah harus menjunjung tinggi, bersamaan itu menjamin pelaksanaan secara efektif semua komitmen dan permufakatan yang bersangkutan dengan masalah Laut Timur, diantaranya ada Deklarasi ASEAN tentang 6 prinsip yang bersangkutan dengan masalah Laut Timur serta Deklarasi tentang perilaku semua pihak yang bersangkutan di Laut Timur (DOC) dan Deklarasi dari Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN – Tiongkok yang diadakan sehubungan dengan peringatan ultah ke-10 lahirnya DOC, diantaranya ada sangat banyak prinsip bersama telah ditetapkan”.

Pada latar belakang genap ultah ke-10 lahirnya DOC, baik ASEAN maupun Tiongkok sedang aktif menyatukan cara merundingkan Kode Etik tentang perilaku semua pihak yang bersangkutan di Laut Timur (COC). Sebelumnya, pada konferensi pejabat senior ASEAN – Tiongkok yang diadakan di Beijing, ibukota Tiongkok pada 2 April ini, Tiongkok telah mengajukan serentetan aktivitas peringatan ultah ke-10 penggalangan hubungan kemitraan strategis dengan ASEAN. Bagi ASEAN, hubungan kemitraan strategis dengan Tiongkok terdiri dari sangat banyak bidang seperti: politik, ekonomi, perdagangan, kerjasama untuk menghadapi semua tantangan keamanan non-tradisional, menjamin lingkungan damai dan keamanan di kawasan, diantaranya ada masalah Laut Timur. Oleh karena itu, pada tahun ini, sehubungan dengan peringatan ultah ke-10 penggalangan hubungan kemitraan strategis ASEAN – Tiongkok, usaha mendorong kerjasama di semua bidang, diantaranya ada penanganan masalah di Laut Timur, jelaslah merupakan isi yang mendapat perhatian besar dari kedua pihak.

Satu lingkungan yang damai dan stabil untuk bersama-sama berkembang merupakan harapan dari semua pihak yang bersangkutan. Di atas semangat menitik-beratkan satu ASEAN yang bersatu dan kuat, delegasi Vietnam yang dikepalai PM Nguyen Tan Dung pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN kali ini akan memberikan sumbangan aktif kepada keberhasilan bersama dari konferensi, turut mempertahankan lingkungan yang damai, aman, stabil, bekerjasama dan berkembang di kawasan./. 

Komentar

Yang lain