Ho Chi Minh – Seorang Diplomat yang Terkemuka, Seorang yang Meletakkan Fondasi Bagi Diplomasi Vietnam

(VOVWORLD) - Dengan kearifan dan moralitas yang spesial, Presiden Ho Chi Minh tidak hanya dikenal sebagai seorang pemimpin yang genial, seorang pemikir dan budayawan besar, sekaligus dikenal sebagai seorang diplomat terkemuka yang  meletakkan fondasi bagi diplomasi Vietnam.

Dalam artikel khusus sehubungan dengan peringatan HUT ke-125 Hari Lahirnya Presiden Ho Chi Minh pada tahun 2015, Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Pham Binh Minh menegaskan bahwa “Presiden Ho Chi Minh adalah seorang diplomat yang genial. Beliau menjadi Presiden merangkap Menlu yang  pertama dari Negara Republik Demokrasi Vietnam. Beliau adalah ayah kandung diplomasi Vietnam yang modern. Beliau dengan langsung menyusun garis politik tentang hubungan luar negeri, langsung memimpin, membimbing dan melaksanakan kegiatan-kegiatan hubungan luar negeri, membawa diplomasi menjadi satu front, memberikan sumbangan besar pada kemenangan yang dicapai dalam usaha pembebasan bangsa dan penyatuan tanah air”.

Ho Chi Minh – Seorang Diplomat yang Terkemuka, Seorang yang Meletakkan Fondasi Bagi Diplomasi Vietnam - ảnh 1Presiden Ho Chi Minh menerima delegasi  Gerakan Perdamaian Perancis dalam kunjunganya di Vietnam  (15/3/1955) (Foto: Foto dokumenter/VNA)

Fakta sejarah menunjukkan bahwa di segala situasi, bahkan ketika tanah air harus menghadapi seribu satu kesulitan dan tantangan, “musuh di dalam negeri maupun agresor dari luar negeri”, Presiden Ho Chi Minh selalu melaksanakan dengan konsekuen pandangan hubungan luar negeri yakni: “punya  visi yang  luas dan berpikir secara matang” agar bisa mengerti orang lain, mengerti diri sendiri dan selalu menguasai situasi. Pedoman tentang hubungan luar negeri yakni: “tambah sahabat, kurangi musuh”, “harus mengurangi musuh terhadap negeri kita, dan menambah lebih banyak lagi sekutu dari pada yang sudah-sudah”, menghindari konflik dan tidak menimbulkan perselisihan dengan siapa pun”.

Yang paling menonjol dalam seni diplomasi Presiden Ho Chi Minh yaitu menggunakan secara serasi  “5 pengetahuan” yaitu: (mengetahui diri sendiri, mengetahui orang lain, mengetahui situasi, mengetahui cara berhenti dan mengetahui perkembangan), yakni kemampuan menegakkan momentum dan menguasai  momentum, melakukan diplomasi hati untuk menaklukkan hati manusia dengan keadilan, rasa manusia, kebenaran dan moral. Gaya diplomasi Presiden Ho Chi Minh dimanifestasikan baik dalam moral maupun dalam karakteristik budaya Beliau, merupakan kombinasi yang  harmonis antara nilai-nilai kebudayaan tradisional dengan modern antara Timur dan Barat.

Ketika memberikan penilaian tentang gaya diplomasi Presiden Ho Chi Minh, Perdana Menteri (PM) India yang pertama, Jawaharlal Neru pernah mengatakan: “Kita dapat berkontak dengan seseorang yang menjadi sebagian dari sejarah Asia. Selain bertemu dengan seorang yang agung, kita tidak hanya meningkatkan pengertian saja, melainkan juga lebih tumbuh tinggi. Dapat bertemu dengan orang itu, seorang yang telah mendapat banyak pengalaman itu membuat kita menjadi lebih baik”. Sedangkan, David Halberstam, peneliti terkenal dari Amerika Serikat (AS), mencatat: “Nguyen Ai Quoc pribadi memancarkan satu langgam yang sederhana. Beliau  adalah lambang kebudayaan, bukan kebudayaan Eropa tapi barang kali sebagai yang mewakili  kebudayaan masa depan”.

Ho Chi Minh – Seorang Diplomat yang Terkemuka, Seorang yang Meletakkan Fondasi Bagi Diplomasi Vietnam - ảnh 2Profesor  Hoang Chi Bao, peneliti senior tentang Presiden Ho Chi Minh (Foto: Tran Vuong)

Menurut Profesor  Hoang Chi Bao, peneliti senior tentang Presiden Ho Chi Minh, justru karena gaya diplomasi yang berbudaya dan bersifat manusia halus maupun mendalam, tapi juga tulus dan sederhana dari Presiden Ho Chi Minh telah merebut  dukungan dan bantuan besar dari sahabat dunia internasional, turut mengaitkan kekuatan bangsa dengan kekuatan zaman, memberikan sukses  besar bagi revolusi Vietnam. Profesor Hoang Chi Bao menegaskan:

 “Presiden Ho Chi Minh selalu tahu jelas bahwa siapa sahabat, siapa musuh, merebut  secara maksimal sahabat  dan mitra untuk mengisolasi kaum musuh, untuk mengubah kekuatan menjadi yang  kian menguntungkan rakyat dan revolusi. Diplomasi Ho Chi Minh sangat kaya-raya, multi-level dan multi-faset yang berbeda-beda. Tidak hanya melakukan diplomasi untuk menghadapi musuh saja, melainkan juga melakukan diplomasi dengan kawan dalam sistem partai-partai  Komunis, melakukan diplomasi dengan rakyat Vietnam dan rakyat negeri-negeri sahabat. Di mana pun, dalam  situasi bagaimanapun dan sasaran manapun, Presiden Ho Chi Minh selalu tulus  hati, terbuka, terus-terang dan  jujur, sehingga  memberikan keyakinan yang sangat tinggi kepada sahabat, mendapatkan bantuan besar dan menguntungkan usaha perlawanan”. 

Sedangkan bagi mantan Deputi PM Vu Khoan, seorang yang pernah memikul banyak jabatan yang penting dalam cabang diplomasi dan berulang kali langsung menjadi penterjemah untuk Presiden Ho Chi Minh, maka Presiden Ho Chi Minh tidak hanya adalah seorang guru  agung bagi dia sendiri, tapi juga seluruh diplomasi Vietnam.

“Kian banyak  berkontak, kian melihat bahwa  Presiden Ho Chi Minh sangat dekat dan selalu bersimpati dengan bawahan. Sifat manusiawi dari Beliau sangat tinggi, maka semua kekhawatiran dan ketakutan pada awalnya akan berangsur-angsur hilang, sebagai gantinya kehormatan dan kekaguman. Presiden Ho Chi Minh memberikan petunjuk dan mengajari para diplomat  pekerjaan kecilpun. Beliau mengajari kami dua soal. Pertama, harus memahami dan mengetahui sejarah. Kedua, harus mengetahui bahasa negara setempat yang Anda wakili. Presiden Ho Chi Minh justru adalah  Guru di bidang diplomasi antara manusia dengan manusia".

Fakta sejarah telah membuktikan ideologi dan pandangan diplomasi Presiden Ho Chi Minh sebagai aset yang tak bisa dinilai harganya, menjadi fondasi kekuatan dan kunci untuk menggelar dengan sukses dan efektif garis politik hubungan luar negeri dari Partai Komunis Vietnam melalui berbagai periode revolusi.

Pada Konferensi Nasional Pertama tentang Hubungan Luar Negeri yang diadakan baru-baru ini, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong  sekali lagi menegaskan peran sejarah yang besar serta semua sumbangan yang bernilai dari Presiden Ho Chi Minh bagi instansi diplomasi dan kegiatan hubungan luar negeri serta proses integrasi dan pengembangan tanah air.

 “Presiden Ho Chi Minh adalah tokoh  yang meletakkan fondasi, langsung memimpin dan membimbing perkembangan diplomasi revolusioner Vietnam. Semua isi utama dari pikiran diplomasi Ho Chi Minh bertolak dari filsafat dan tradisi diplomasi dari para  pendahulu  dan justru Presiden Ho Chi Minh telah mengembangkan nilai-nilai itu ke satu ketinggian baru, mengaitkan dengan fleksibel patriotisme, kebudayaan nasional, tradisi diplomasi Vietnam dengan jati diri kebudayaan dan pengalaman diplomasi internasional. Di antaranya selalu menjunjung tinggi tujuan kemerdekaan nasional, semangat perdamaian dan persahabatan, menggunakan diplomasi untuk memundurkan bentrokan, terkait dengan kenyataan di dunia untuk membawa Vietnam berbaur pada arus zaman”.

Sekjen Nguyen Phu Trong menginginkan agar cabang diplomasi dan para petugas hubungan luar negeri terus mengingat dan mengembangkan pikiran, gaya dan pandangan bimbingan Presiden Ho Chi Minh tentang diplomasi dan pekerjaan hubungan luar negeri agar diplomasi dan pekerjaan hubungan luar negeri bisa “mengkombinasikan kekuatan nasional dengan kekuatan zaman”, melaksanakan pedoman “Tenang dan mantap untuk menghadapi seribu gejolak” dengan “gigih dan tekun” menangani semua tantangan yang dihadapi hubungan luar  negeri, memanfaatkan kesamaan tentang kepentingan untuk mendorong kerja sama dan perkembangan di  atas  dasar membela kepentingan negara dan bangsa serta menghormati hukum internasional.

Komentar

Yang lain