Ksor H’Nhiem – Bu guru Taman Kanak-Kanak yang Antusias Demi Dusun Tay Nguyen

(VOVWORLD) - Dilimpahkan  tugas untuk mengajar di cabang sekolah desa Ia Tong, Kecamatan Ia Der selama bertahun-tahun, Bu guru Ksor H’Nhiem (di taman kanak-kanak 30/4-Kabupaten Ia Grai) telah berhasil menggerakkan 100 persen anak taman kanak-kanak pergi  ke sekolah karena telah melakukan dengan baik pekerjaan propaganda yang trampil dan meyakinkan, bersamaan itu telah berhasil mengadakan kelas-kelas semi internat di dusun miskin.

Hal yang paling penting yakni warga daerah setempat telah mengubah pemahamannya dan aktif berkoordinasi dengan sekolahan untuk merawat anak-anak usia taman  kanak-kanak dengan sepenuh hati dan semangat Bu Guru Ksor H’Nhiem.

Ksor H’Nhiem – Bu guru Taman Kanak-Kanak yang Antusias Demi Dusun Tay Nguyen - ảnh 1Ibu Ksor H'Nhien dan anak-anak di Taman kanak-kanak 30/4 (Foto: baogialai.com.vn)

Meskipun sibuk dengan pekerjaan di huma, tetapi setiap malam hari, pasutri saudari Ro Com H’lai di desa Ia Tong, Kecamatan Ia Der, Kabupaten Ia Grai, Provinsi Gia Lai bersama-sama dengan anak perempuannya  yang bernama Ro Com H’Nanh (kelas taman kanak-kanak berusia 4 tahun) belajar pelajaran-pelajaran  yang dikirim ibu  guru Ksor H’Nhiem. Setelah memeriksa dokumen pembelajaran yang dikirim Bu guru H’Nhiem, saudari H’lai membuat video sesuai dengan petunjuk dan mengirim kembali kepada Bu guru H’Nhiem untuk diperiksa. Sejak bulan September tahun 2021 sampai sekarang, karena akibat pandemi Covid-19, maka H’Nanh dan 37 orang anak lainnya di kelas taman kanak-kanak gabungan, cabang sekolah desa Ia Tong, Kecamatan Ia Der, Kabupaten Ia Grai secara rutin  mendekati 5 pelajaran online setiap pekan.

Meski tidak langsung bertemu dengan Bu guru, tetapi melalui metode ini, H’Nanh dan para temannya tetap bisa berinteraksi dengan Bu guru dan situasi pembelajaran mereka  diperiksa oleh Bu guru H’Nhiem. Sebagai orang tua murid, saudari H’Lai merasa sangat puas karena dari awal tahun ajar sampai sekarang anaknya telah dapat belajar banyak lagu, tarian baru dan sangat menantikan pelajaran-pelajaran  yang disampaikan gurunya setiap malam.

Dari tahun ajar 2018-2019 hingga sekarang,  Bu guru H’Nhiem mengurusi kelas tersebut, melalui pertemuan-pertemuan dengan orang tua murid dan sidang dusun, dia telah memberikan penjelasan dalam bahasa etnis minoritas Jrai kepada orang tua anak-anak, membanu mereka bisa mengerti bahwa ketika pergi bersekolah, anak-anak tidak hanya dapat bermain-main saja, melainkan juga diajarkan banyak kemampuan untuk merawat  diri sendiri, berkomunikasi  dalam bahasa Vietnam dan berkenalan dengan daftar alfabet sebelum masuk Sekolah Dasar. Hal ini  membantu anak-anak etnis Jrai lebih percaya dan lebih mandiri. Ketika sudah paham, orang tua murid tidak hanya membawa anak-anaknya ke sekolah saja, melainkan juga saling menggerakkan untuk membeli batu bata, menyumbangkan tenaga untuk membangun pintu gerbang dan atap halaman yang bersih  bagi anak-anak untuk bermain-main. Saudari Ro Cham H’Yui memberitahukan:

 “Dulu, sekolah belum indah seperti sekarang. Tapi, sejak Bu guru Nhiem datang di dusun Tong, maka kelas dan halaman sekolah menjadi indah dan bersih. Kami sangat gembira dan berterima kasih kepada Bu guru Nhiem  yang telah mengajar anak saya dan semua anak di sini”.

Ibu Do Thi Nga, Kepala  Taman Kanak-Kanak 30/4, Kecamatan Ia Der, Kecamatan Ia Grai memberitahukan bahwa dari tahun 2018 ke sebelumnya, di cabang sekolah desa Ia Tong  ada 10  orang anak yang berusia dari 3-5 tahun bersekolah. Tetapi dari tahun ajar 2019-2020 hingga sekarang, sudah ada 38  orang anak  di golongan usia taman kanak-kanak telah bersekolah.  Pencapaian ini pada pokoknya diusahakan oleh Bu guru Ksor H’Nhiem. Di samping penggerakan dan propaganda, dia juga memperoleh  gelar “Guru Baik” tingkat kabupaten dan tingkat provinsi selama beberapa tahun ajar terus-menerus.

Hal yang sangat dihargai yalah bu guru H’Nhiem selalu menaruh perhatian untuk berkomunikasi  dalam bahasa Vietnam,  tapi dalam permaian-permainan, dia selalu menyelipkan dan memperkenalkan kepada anak-anak keindahan kebudayaan tradisional dari etnis minoritas Jrai seperti gong, bonang, instrumen musik, pakaian tradisional.

 “Bu guru H’Nhiem sangat mencintai para pelajar dan sangat lembut dalam mengajar para pelajar. Dia selalu bersenyum kepada mereka. Selama beberapa tahun ajar lalu, dia menjadi gugu poros di sekolah kami, mendapat gelar guru baik tingkat provinsi dan tingkat kabupaten, menjadi teladan terkemuka tentang moral dan upaya dalam kejuruan. Sejak Ibu H’ Nhiem bekerja di sana, kualitas peningkatan bahasa Vietnam, kualitas naik kelas satu telah mendapat  pengakuan Sekolah Dasar”.

Bu guru Ksor H’Nhiem memberitahukan  bahwa dia sendiri memiliki satu keinginan besar yakni para orang tua murid di Jrai kian memperhatikan pembelajaran anak-anaknya, membantu anak-anaknya berangsur-angsur mendapat kehidupan yang lebih baik dari jalan pelajaran.

“Daerah ini menjumpai banyak kesulitan, ada sedikit anak yang bersekolah. Ketika menyaksikan keadaan itu, saya sangat sedih, saya menginginkan agar anak-anak etnis minoritas bisa bersekolah, bisa bejalar huruf dan bisa berbicara bahasa Kinh (Bahasa Vietnam). Ada orang tua yang tidak membolehkan anak-anaknya bersekolah karena keluarganya mengalami  kesulitan, maka saya harus menggerakan dan membantu,  agar anak-anak bisa bersekolah hingga belajar baik dan mendapat lebih banyak pengetahuan”.

Upaya yang tidak henti-hentinya dari Bu guru Ksor H’Nhiem telah tidak hanya mendapat pencatatan orang tua dan para pelajar cabang sekolah Desa Ia Tong, Kecamatan Ia Der, Kabupaten Ia Grai  saja, tetapi baru-baru ini, dia telah diberikan gelar “Bu Guru tipikal tahun ajar 2021-2022 oleh Instansi Pendidikan Provinsi Gia Lai./.

Komentar

Yang lain