Lapangan Ba Dinh- Tempat yang menggugah keterharuan dan kebanggaan bangsa

(VOVWORLD) -  Sejak revolusi musim gugur 1945, Lapangan Ba Dinh yang terletak di Jalan Hung Vuong, Distrik Ba Dinh, Kota Ha Noi, telah menjadi alamat yang akrab dan sakral bagi  warga Ibukota dan seluruh Vietnam. 

Ini merupakan lapangan yang paling besar di Vietnam. Lapangan yang terletak di Kompleks Situs Peninggalan Sejarah-Budaya Ba Dinh ini telah menjadi saksi yang berjalan  bersama dengan waktu, secara diam-diam mencatat dan mempertahankan jejak-jejak waktu dan sejarah. Tempat ini merupakan jantungnya  Ibukota, merupakan kebanggaan warga Ibukota Ha Noi pada khususnya dan warga Vietnam pada umumnya.

Lapangan Ba Dinh- Tempat  yang menggugah keterharuan dan kebanggaan bangsa - ảnh 1 Presiden Ho Chi Minh membacakan Proklamasi Kemerdekaan di Lapangan Ba Dinh pada 2/9/1945 (Foto: tuyengiao.vn) 

Berada di lapangan Ba Dinh pada semua momentum yang berbeda sepanjang tahun, khususnya pada pagi dini Hari Nasional Vietnam (2/9), warga Vietnam semuanya merasa bangga. Pada hari-hari bulan September, lapangan ini menyambut kedatangan ratusan  ribu orang asal berbagai provinsi dan kota di seluruh negeri untuk bersama-sama berbagi kegembiraan merayakan Hari Kemerdekaan, di bawah bendera merah berbintang kuning. Nguyen Thi Bich Hanh, warga asal Provinsi Dong Nai mengatakan:

“Ini untuk pertama kalinya saya mengunjungi lapangan Ba Dinh tepat pada Hari Nasional. Saya juga menghadiri protokol upacara bendera pada pukul 6,00 pagi. Terharu dan bangga. Saat-saat di sini sangat sakral”.

Lapangan Ba Dinh, jantungnya Ibukota Ha Noi merupakan satu situs peninggalan sejarah dan merupakan salah satu di antara pemandangan-pemandangan yang terkenal di Ibukota Ha Noi. Di sana berlangsung event teramat penting untuk warga Vietnam. Pada 02/09/1945, di atas kesaksian 50.000  warga Kota Ha Noi dan berbagai provinsi sekitarnya, Presiden Ho Chi Minh telah membacakan Proklamasi Kemerdekaan melahirkan Negara Republik Demokrasi Vietnam yang sekarang adalah Negara Republik Sosialis Vietnam.

Kata-kata Presiden yang abadi dalam Proklamasi Kemerdekaan di Lapangan Ba Dinh bersejarah pada musum gugur tahun itu tetap masih bergema terukir dalam  pikiran banyak warga Vietnam ketika mengunjungi lapangan ini.

Lapangan Ba Dinh adalah lapangan yang paling besar di Vietnam, panjang-ya 320 meter dan lebarnya 100 meter dengan 210 petak  rumput  dan satu jalan dengan lebar  sekitar 1,4 meter di tengah. Yang menonjol di arah tengah  lapangan ini alalah tiang bendera yang tingginya 25 meter dengan  satu bendera yang berkibar-kibar  setiap hari untuk menegaskan kemerdekaan dan kedaulatan yang mantap dari bangsa Vietnam. Dulu, lapangan ini merupakan zona yang berada dalam  Benteng kuno Thang Long. Pada 1894, ketika menduduki Kota Ha Noi, Kolonialis Perancis telah membangun satu kebun bunga kecil yang diberikan nama “Lapangan bulat ” atau Lapangan Puginier. Ketika Jepang mengkudeta  Perancis dan menyatakan mengakui kemerdekaan Vietnam, Walikota Ha Noi, Tran Van Lai telah mengubah nama kebun bunga Puiginier menjadi taman bunga Ba Dinh untuk mengenangkan pemberontakan menentang Perancis yang dilaksanakan pasukan pimpinan Dinh Cong Trang di bumi Ba Dinh, Kabupaten Nga Son, Provinsi Thanh Hoa pada akhir abad XIX. Di masa lampau, lapangan Ba Dinh punya  banyak nama. Profesor ilmu sejarah Le Van Lan menjelaskan:

“Pada 7/1945, tempat ini diubah dengan nama  Ba Dinh sebagai  taman bunga Ba Dinh. Sampai 2/9/1945, tempat ini menjadi panggung di mana Presiden Ho Chi Minh membacakan Proklamasi Kemerdekaan, oleh karena itu, sampai 12/1945, tempat ini disebut sebagai taman Bunga Doc Lap (Merdeka). Pada zaman pendudukan sementara Kolonialis Perancis, Walikota Ha Noi, Tham Hoang Tin telah memberikan nama “Taman bunga Hong Bang”. Sampai hari Pembebasan Ibukota 10/10/1954, Komite Rakyat Kota Ha Noi telah memutuskan memberikan nama kuno untuk tempat ini, dari saat itu, tempat ini diberikan nama “Taman bunga Ba Dinh”. Berangsur-angsur disebut menjadi lapangan. Pada 02/9/1975 Mousoleum Presiden Ho Chi Minh diresmikan, tempat ini menjadi sebagian yang tak terpisahkan dari zona yang khidmat dan sakral ini”.

Di luar lapangan Ba Dinh, selain bangunan-bangunan arsitektur yang sudah ada sejak lama seperti Istana Gubernur Jenderal  Perancis, juga dibangun Istana Presiden, Auditorium Ba Dinh, Gedung Majelis Nasional dan khususnya dalam hati setiap orang Vietnam, Mosouleum Presiden Ho Chi Minh selalu menjadi  kebanggaan dan keharuan. Do Chien Thang, warga Distrik Ba Dinh, Kota Ha Noi mengatakan:

“Saya selalu bersemangat ketika mengunjungi Mosouleum Paman Ho. Mekipun  usia saya sudah lanjut, tapi emosi ini masih utuh seperti kali pertama saya mengunjungi Mousoleum ini pada saat peresmian”.

Lapangan Ba Dinh dengan pemandangan dan kompleks arsitektur yang paling indah di Kota Ha Noi serta nilai-nilai kebudayaan, dan sejarah selalu terkait dengan perubahan-perubahan  kuat dari Tanah Air. Meskipun di  masa lampau, masa kini dan masa depan, tempat ini selalu merupakan tempat yang menyimpan nilai moril dan terukir  mendalam dalam pikiran orang Vietnam. 

Komentar

Yang lain