Minh The - Festival yang Memvisualisasikan Peraturan- Peraturan Desa

(VOVWORLD) - Pada tanggal 14 bulan Pertama (kalender Imlek) setiap tahun, di Pagoda Hoa Lieu, Desa Hoa Lieu, Kecamatan Thuan Thien, Kabupaten Kien Thuy, Kota Hai Phong, diadakan sebuah festival unik, yaitu Festival Minh The. Fesstival ini adalah cara untuk menyosialisasikan Peraturan Desa Hoa Lieu dengan harapan agar semua orang berperilaku baik satu sama lain, tidak mengambil  milik publik sebagai milik sendiri. Festival Minh The tahun ini menyerap ikut sertanya  banyak orang setelah 3 tahun tertunda karena pandemi Covid-19.
Minh The - Festival yang Memvisualisasikan Peraturan- Peraturan Desa - ảnh 1Para lansia di depan Kuil Ibu suri agung Vu Thi Ngoc Toan (Foto:  nld.com.vn)

Menurut sejarah, Festival Minh The digagas dan digelar oleh Ibu suri agung Vu Thi Ngoc Toan (1485 – 1590), pada zaman Dinasty Mac (tahun 1561, abad XVI) dan lalu dia menyerahkannya kepada masyarakat Desa Hoa Lieu. Kisah ini tertulis dalam prasasti Pagoda Hoa Lieu (sebelumnya dikenal sebagai Pagoda Thien Phuc). 

Pada festival, di depan pintu kuil Ibu suri agung Vu Thi Ngoc Toan, Panitia mendirikan altar untuk sesajian, tulisan sumpah “Hich Van Minh The” (artinya bersumbah tidak melakukan korupsi), arak, dan dekorasi lainnya. Di bawah kalimat sumpah itu digambar sebuah lingkaran putih, berdiameter sekitar 2 meter. Sebelum membacakan sumpah  “Hich Van Minh The”, pemimpin upacara akan memegang pisau, menari dan membentuk satu lingkaran, lalu memasukkannya ke tengah lingkaran, menunjukkan tekadnya untuk melaksanakan sumpah. Bapak Pham Dang Khoa, mantan Wakil Manajer Badan Pengelola Pagoda Hoa Lieu, kecamatan Thuan Thien, kabupaten Kien Thuy, Kota Hai Phong mengatakan: 

“Kata-kata sumpah itu bersifat Peraturan desa. Di desa, penduduk desa, dari orang tua hingga orang-orang yang berusia 18 tahun ke atas, semua harus mengikuti peraturan desa, melakukan hal-hal baik, mengajari anak cucu untuk melakukan hal yang baik dan “setia kepada pasukan tentara, mencintai tanah air”, maka akan didukung oleh para dewa. Sebaliknya, jika bertentangan dengan sumpah itu, para dewa akan memberikan denda”.

Sementara itu, Bapak Nguyen Trong Khai, mantan pejabat Kecamatan Thuan Thien, Kabupaten Kien Thuy, mengatakan: 

“Bagi kami sendiri, pertama-tama mempelajari hal terbaik tentang cara berperilaku baik terhadap sesama. Yang pertama dalam keluarga, dan dalam masyarakat, orang hidup bersama dengan kasih sayang, dengan tradisi dan moral, itu adalah hal yang paling penting. 

Lebih dari 500 tahun, sumpah “Hich Van Minh The” memiliki makna pendidikan tradisi patriotisme, moral, gaya hidup yang bersih dan terutama pendidikan kasih cinta sesama orang desa.

Bersamaan dengan memberikan pengakuan terhadap Kuil-Pagoda Hoa Lieu sebagai situs peninggalan sejarah nasional, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam telah memberikan Piagam Pengakuan terhadap Festival Minh The dari Desa Hoa Lieu sebagai Pusaka Budaya Takbenda Nasional.

Minh The - Festival yang Memvisualisasikan Peraturan- Peraturan Desa - ảnh 2Pemimpin upacara memegang pisau untuk membentuk satu lingkaran (Foto: VOV)

Festival ini tidak hanya punya keunikan dalam hal sejarah, budaya... tetapi juga bersifat aktual dalam hal menegakkan ketertiban, kedisiplinan, dan semangat supremasi hukum. Bapak Pham Van Don, penduduk desa Hoa Lieu, kecamatan Thuan Thien, mengatakan: 

“Saya juga seorang putra dari Desa Hoa Lieu juga mengikuti sumpah. Sumpah ini membantu anak muda seperti saya dan generasi berikutnya mengarah ke kebaikan hati. Dalam hati kami, kami harus selalu mematuhi sumpah.” 

Minh The adalah festival yang unik, ada paduan antara kepercayaan dengan pendidikan moral dan kepribadian manusia. Festival ini telah memvisualisasikan dan menyosialisasikan secara luas peraturan desa dan kecamatan, dengan aksentuasi adalah mengajar tidak serakah dan tidak mengambil manfaat terhadap milik publik.

Dengan makna yang baik, sumpah “Hich Van Minh The” dan ritual festival telah mendapat dukungan, sambutan, dan terus dipertahankan dan dikembangkan oleh penduduk desa untuk membangun tanah air yang lebih sejahtera dan kuat, turut melestarikan identitas kebudayaan bangsa Vietnam.

Komentar

Yang lain