(VOVWORLD) -Kue Kà tum adalah makanan khas tradisional masyarakat Khmer di Provinsi An Giang, yang terkait erat dengan budaya dan kepercayaan Khmer. Kue ini berbentuk buah delima, dengan tekstur kenyal, aroma harum, dan rasa yang kaya, sehingga sangat lezat.
“Kà tum” dalam bahasa Khmer berarti “delima” atau “terbungkus rapat”. Sebelum membuat kue ini., beras ketan direndam selama sekitar 30 menit. Ibu Neang Nghanh, seorang warga Kecamatan O Lam, Provinsi An Giang, mengatakan:
“Kue Kà tum adalah makanan khas lokal masyarakat Khmer. Kue ini berbentuk seperti buah delima. Bahan-bahannya terdiri dari beras ketan, kelapa, gula, kacang tanah… Untuk rasa yang lebih enak, campurkan santan dengan beras. Santan yang berkualitas baik membuat kue ini semakin lezat. Kue ini tersedia sepanjang tahun.”
Pembuatan kue Kà tum memerlukan banyak langkah, dibutuhkan ketelitian dan keterampilan dari pembuatnya. Langkah yang paling sulit adalah membungkus kue dengan daun palem yang doianyam. Cara membungkusnya harus rata, rapat, dan tanpa celah di sambungannya, karena jika ada celah, air akan meresap selama memasak, membuat kue terasa hambar. Menggunakan daun palem sebagai pembungkus tidak hanya menciptakan aroma palem yang khas selama perebusan tetapi juga membantu kue mempertahankan tekstur kenyalnya. Ibu Neang Phuong, seorang pembuat kue Kà tum di Kecamatan O Lam, Provinsi An Giang, mengatakan:
"Pembungkus kue terbuat dari daun palem muda. Proses menganyam keranjang membutuhkan waktu lama, tetapi saat menambahkan beras dapat dilakukan cepat. Bahan-bahannya meliputi beras ketan, kacang rebus, kelapa, gula, dan garam, yang memberikan kekayaan rasa pada kue r, keseimbangan antara manis dan asin. Untuk memasak kue tersebut, rebus air hingga mendidih, lalu rebusnya selama sekitar 50 menit sebelum diangkat. Kue ini berbentuk seperti buah delima; orang Kinh menyebutnya delima, sedangkan orang Khmer menyebutnya kue Kà tum. Makan kue Kà tum dianggap sebagai simbol kemakmuran dan kebahagiaan keluarga."
Kue Kà tum sering dibuat selama festival-festival besar Khmer, seperti: Chol Chnam Thmay (Tahun Baru Khmer) pada bulan April, Sene Dolta (Festival Wulan) pada hari ke-15 bulan ke-7 kalender imlek, dan Ok Om Bok (Festival Pemujaan Bulan) dari bulan ke-9 hingga ke-10 kalender lunar. Jenis kue ini melambangkan keramahan masyarakat Khmer dan sering digunakan untuk menjamu teman dan wisatawan.
Kue Kà tum yang kecil, harum, dan lezat ini harganya cukup terjangkau. Pengrajin Néang Phương mengatakan:
"Kue-kue ini dijual seharga 6.000 VND per buah, tetapi mereka menjualnya kembali seharga 7.000 VND per buah. Pada hari-hari sibuk, kami menjual 500, 600 kue, bahkan kadang-kadang senilai 1.000 kue. Kue-kue ini dapat disimpan selama dua hari. Kami dapat memenuhi pesanan dari mana saja, termasuk Hanoi dan Can Tho…"
Saat ini, jumlah rumah tangga yang membuat kue Kà tum di provinsi An Giang tidak banyak. Untuk melestarikan dan mengembangkan kerajinan ini, Gabungan Asosiasi Wanita Kecamatan Ô Lâm, Provinsi An Giang, telah mendirikan sebuah model koperasi untuk membuat kue Kà tum, yang dikepalai oleh pengrajin Néang Phương. Ibu Neang Sa Rum, Ketua Gabungan Asosiasi Wanita Kecamatam O Lam, Provinsi An Giang, mengatakan:
"Koperasi pembuat kue Kà Tum memiliki 8 anggota. Ketua kelompoknya adalah pengrajin Neang Phuong. Untuk mempertahankan model pembuatan kue tradisional, kecamatan kami membimbing pembukaan elas pelatihan bagi para wanita dalam kelompok tersebut tentang teknik pembuatan kue. Kecamatan O Lam mendukung wanita yang membutuhkan pinjaman modal untuk membuat kue. Kami juga telah mendaftarkan kue Kà Tum sebagai produk OCOP (Satu Kecamatan Satu Produk Tipikal)."
Kue Kà Tum tradisional dari masyarakat etnis Khmer adalah hidangan sederhana yang erat kaitannya dengan kehidupan petani di wilayah Bay Nui, Provinsi An Giang. Wisatawan dari dekat dan jauh yang datang ke An Giang sangat mau menikmati makanan khas ini dan juga membelinya sebagai oleh-oleh untuk kerabat dan teman. Kà Tum, kue unik dari masyarakat Khmer, telah diusulkan untuk rekor Vietnam dengan judul "Kue yang dibungkus daun palem paling rumit di Vietnam."