PM Pham Minh Chinh melakukan pembicaraan bilateral dengan PM Federasi Rusia, Mikhail Mishustin. Foto: VOV

Dalam pembicaraan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat dialog, memperkokoh kepercayaan politik, dan mendorong kontak serta pertukaran delegasi. Kedua belah pihak menegaskan tekad untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi agar menjadi andalan dan pelopor dalam kerja sama bilateral. Kedua pemimpin juga berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi dan permigasan, serta segera meneliti dan memperluas kerja sama di bidang energi baru, energi bersih, dan energi terbarukan.

Kedua PM sepakat menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pilar kerja sama baru. PM Pham Minh Chinh mendorong Rusia untuk berpartisipasi dalam konsultasi, perancangan, transfer teknologi, dan pembangunan sistem metro di Vietnam, khususnya di Kota Hanoi dan Kota Ho Chi Minh.

Sementara itu, PM Rusia, Mikhail Mishustin menginginkan agar kedua negara menciptakan syarat yang lebih kondusif bagi warga negara masing-masing dan memperkuat kegiatan-kegiatan pertukaran budaya.

Setelah pembicaraan tersebut, PM Pham Minh Chinh dan PM Mikhail Mishustin bersama-sama menyaksikan upacara penandatanganan Perjanjian mengenai kerja sama dalam pembangunan Pembangkit listrik tenaga nuklir di Vietnam antara Pemerintah kedua negara.

PM Pham Minh Chinh dan Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko. Foto: VOV

Pada sore hari yang sama, dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko, kedua belah pihak sepakat untuk terus mengembangkan peran kedua parlemen, berkoordinasi mengawasi pelaksanaan berbagai perjanjian yang telah dicapai antara kedua pemerintah, dan mendukung penyelesaian hambatan hukum untuk mendorong kerja sama secara efektif di era baru. PM Pham Minh Chinh meminta Parlemen Federasi Rusia terus mempertahankan pendirian subyektif dan setara serta bersuara mendukung pendirian serta pandangan Vietnam dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam menangani masalah di Laut Timur di atas dasar hukum, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982.

PM Pham Minh Chinh menerima Ketua Partai Komunis Federasi Rusia, Ziuganov. Foto: VOV

Ketika menerima Ketua Partai Komunis Federasi Rusia, Ziuganov, pada malam hari itu juga, PM Pham Minh Chinh menyatakan bahwa dalam konteks dinamika global yang baru, kedua negara perlu mempererat kerja sama, membangun kekuatan bersama, melakukan pembahasan, memperkuat kepercayaan dan pengertian timbal balik. PM menekankan bahwa dukungan Federasi Rusia tetap menjadi elemen penting bagi Vietnam, terutama di bidang energi, permigasan, keamanan, pertahanan, dan kebudayaan.

Sementara itu, Ketua Partai Komunis Federasi Rusia, Ziuganov percaya bahwa Vietnam merupakan model pembangunan yang sukses. Ia menegaskan bahwa Federasi Rusia akan selalu mendampingi Vietnam dalam proses pembangunan.