(VOVworld) – Ketika menjawab pertanyaan kalangan pers tentang reaksi Vietnam terhadap perihal Tiongkok mengadakan apa yang disebut sebagai “peringatan ultah ke-70 pengambilan kembali Hoang San dan Truong Sa” pada 8/12/2016, Jurubicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Vietnam, Le Hai Binh, pada Senin (12/12), menunjukkan bahwa Vietnam mempunyai cukup bukti sejarah dan dasar hukum untuk menegaskan kedaulatan terhadap dua kepulauan Hoang Sa (Paracels) dan Truong Sa (Spratly), wilayah yang sudah lama dimiliki Vietnam.

Vietnam mempunyai cukup bukti untuk menegaskan
kedaulatan terhadap dua kepulauan Hoang Sa dan Truong Sa
(Foto: vnexpress.vn)
Setelah Perang Dunia II, komunitas internasional telah menolak tuntutan Tiongkok terhadap kedua kepulauan ini. Aktivitas Tiongkok tersebut tidak bisa mengubah kedaulatan Vietnam terhadap kedua kepulauan Hoang Sa dan Truong Sa, bertentangan dengan kecenderungan perkembangan hubungan dua negara sekarang, merumitkan situasi. Vietnam dengan gigih memprotes tindakan ini”.

Vietnam mempunyai cukup bukti untuk menegaskan
kedaulatan terhadap dua kepulauan Hoang Sa dan Truong Sa
(Foto: vnexpress.vn)
Setelah Perang Dunia II, komunitas internasional telah menolak tuntutan Tiongkok terhadap kedua kepulauan ini. Aktivitas Tiongkok tersebut tidak bisa mengubah kedaulatan Vietnam terhadap kedua kepulauan Hoang Sa dan Truong Sa, bertentangan dengan kecenderungan perkembangan hubungan dua negara sekarang, merumitkan situasi. Vietnam dengan gigih memprotes tindakan ini”.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ