Persidangan ini menandai partisipasi positif dan sumbangan substantif dari Vietnam di konteks situasi dunia yang sedang mengalami perkembangan rumit.

Selama persidangan, delegasi Vietnam telah berpartisipasi secara proaktif, aktif dan bertanggung jawab pada proses konsultasi terhadap 38 resolusi. Selain itu, Vietnam sekaligus menyampaikan dua inisiatif yang sangat menonjol. Pertama, Vietnam menyusun dan menyampaikan Pidato bersama mengenai kesetaraan gender dalam melaksanakan berbagai Tujuan Pembangunan yang berkelanjutan (SDGs) dengan sponsor dari 67 negara. Yang kedua, Vietnam bersama-sama dengan Republik Korea, Jepang dan Thailand memimpin persitiwa menjelang persidangan mengenai dampak penipuan daring terhadap hak asasi manusia.

Selain itu, Vietnam memimpin penyusunan dan penyampaian Pidato bersama ASEAN di sesi pembahasan tentang keuangan untuk pembangunan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kewajiban tentang hak ekonomi-sosial dan budaya. Delegasi Vietnam juga menyampaikan pidato nasional di beberapa sesi diskusi dan dialog yang penting dari sidang tersebut.
Partisipasi Vietnam yang aktif, proaktif dan bertanggung jawab di persidangan ke-61 menegaskan garis politik dan haluan Vietnam yang konsisten dalam mendorong dan melindungi hak asasi manusia. Hal ini sekaligus mencerminkan kesiapan Vietnam dalam memasuki masa jabatan sebagai anggota Dewan HAM PBB masa jabatan 2026-2028 dengan tekad dan posisi baru.

Persidangan tersebut mencapai banyak hasil yang menonjol, termasuk penyelenggaraan Sidang tingkat tinggi dengan partisipasi lebih dari 120 pejabat senior dari berbagai negara, mendiskusikan dan meninjau 38 resolusi, menyelenggarakan beberapa sesi diskusi tematik tentang masalah-masalah hak asasi manusia yang penting, serta menyempurnakan prosedur untuk mengesahkan hasil Peninjauan periodik universal (UPR) sirkus IV dari 13 negara.