“Sidang pengadilan simulasi” tersebut didasarkan pada kasus nyata yang melibatkan eksploitasi ilegal hasil laut oleh kapal penangkap ikan dan nelayan di perairan asing. Kapal penangkap ikan ini sengaja mematikan sistem pelacakan kapal (VMS) untuk menghindari deteksi oleh badan fungsional.
Melalui sidang pengadilan simulasi tersebut, Majelis hakim menjelaskan konsekuensi hukum dari tindakan pelanggaran terkait IUU. Tindakan bisa menimbulkan tanggung jawab hukum yang berat, mulai dari sanksi administratif hingga penuntutan pidana. Tindakan tersebut juga berdampak negatif terhadap upaya Vietnam dalam menanggulangi IUU serta pencabutan “kartu kuning” yang dikenakan Komisi Eropa (EC) terhadap produk perikanan Vietnam, sehingga menimbulkan kesulitan bagi proses integrasi dan kerja sama internasional di bidang perikanan.
Melalui bentuk pementasan yang hidup dan langsung, “sidang pengadilan simulasi” membantu masyarakat lebih mudah memahami ketentuan hukum terkait dengan penangkapan ikan di laut, khususnya ketentuan mengenai penanggulangan IUU.
