Pada tahun 2026, berbagai lembaga terkait telah menyelesaikan berkas administrasi secara cepat, serta melaksanakan penilaian dan seleksi secara ketat, terbuka, transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan. Pada 1 Juni 2026, Presiden Vietnam memutuskan untuk memberikan amnesti khusus kepada 9.950 orang sehingga mereka dapat kembali kepada keluarga dan masyarakat.

Seiring dengan pelaksanaan program amnesti khusus, dukungan bagi para penerima amnesti untuk diintegrasikan kembali ke masyarakat juga terus mendapat perhatian. Di seluruh negeri telah terdapat 1.846 model reintegrasi sosial, termasuk 106 model yang dinilai berhasil dan menjadi teladan. Kebijakan kredit berdasarkan Keputusan Nomor 22 dari PM telah membantu lebih dari 13.000 mantan narapidana memperoleh pinjaman modal dengan total nilai lebih dari 1 triliun VND (sama dengan 38.240 USD) untuk kegiatan produksi, usaha, dan menstabilkan kehidupan.

Dalam pidato arahannya pada konferensi tersebut, Wakil PM Pham Gia Tuc menekankan pelaksanaan kebijakan yang lengkap, memfasilitasi narapidana untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik: “Menyelenggarakan pengawasan, pengelolaan, pendidikan, dan pembinaan narapidana secara baik; melaksanakan secara tepat dan penuh seluruh kebijakan serta hak-hak narapidana sesuai dengan ketentuan Undang-Undang mengenai Pelaksanaan Hukuman Pidana; menciptakan kesetaraan dan motivasi sehingga semua narapidana memiliki kesempatan dan kondisi yang sama untuk aktif bekerja, memperbaiki diri, serta mengarahkan diri kepada kebaikan, dengan tujuan menyelesaikan masa hukuman, memperoleh pengurangan masa pidana, atau mendapatkan amnesti khusus sehingga dapat dibebaskan lebih awal”.

Amnesti khusus merupakan kebijakan besar Partai dan Negara Vietnam yang mencerminkan semangat kemanusiaan dan pengampunan, sekaligus tetap menjamin tegaknya supremasi hukum. Sejak tahun 2009 hingga sekarang, Presiden Vietnam telah memberikan amnesti khusus kepada hampir 100.000 orang.