Event-event tersebut telah menyerap partisipasi banyak wisatawan dan warga daerah setempat.
Dalam festival jalanan dengan tema “Jalan kain ikat”, para artisan telah memainkan gong dan bonang serta manari dan menyanyikan lagu-lagu dan nyanyi tradisional dengan instrumen-instrumen musik tradisional.
Dalam malam pagelaran fesyen kain ikat terapan, koleksi meliputi rok, Ao Dai (baju panjang tradisional), pakaian putra-putri yang bersifat modern serta aksesori telah diperkenalkan kepada para pengunjung.

