![]() |
Kantor-kantor berita SPA dan WAM, pada Minggu (8/9), mengutip satu pernyataan bersama dari dua negara Teluk itu yang berseru kepada faksi-faksi yang bermusuhan di Yaman segera menghentikan semua kegiatan militer serta pelanggaran yang menimbulkan pengaruh terhadap aset publik dan swasta. Pernyataan itu juga mendesak para militan separatis dan Pemerintah pimpinan Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi supaya mempersiapkan “dialog yang konstruktif” untuk menghentikan krisis.
Pada tanggal 5/9, Arab Saudi juga berseru kepada faksi-faksi yang bermusuhan di Yaman supaya menghentikan semua kegiatan yang menimbulkan eskalasi ketegangan, serta mendesak STC supaya ikut serta dalam perundingan dengan pemerintah pimpinan Presiden Hadi.
Sebelumnya, para wakil dari STC telah berpartisipasi pada perundingan tidak langsung dengan kalangan otoritas Pemerintah Yaman melalui Arab Saudi dalam 2 hari terus-menerus di Kota Jeddah di pantai Laut Merah. Kalangan otoritas Yaman memberitahukan bahwa perundingan mengalami jalan buntu dan dua pihak sedang siap melakukan satu baku hantam baru.

