Asap membubung ke atas dari kilang minyak Aramco di Abqaiq, Saudi Arabia (Foto: AFP / VNA)

Dua pemimpin menekankan peranan penting dari reaksi bersama komunitas internasional terhadap serangan-serangan dengan pesawat nirawak terhadap kilang-kilang minyak utama di Arab Saudi, pada 14/9 yang lalu.

Presiden Republik Korea, Moon Jae-in menganggap bahwa serangan terhadap basis-basis minyak bumi di Arab Saudi menunjukkan ancaman terhadap keamanan yang tidak hanya di Republik Korea melainkan juga di seluruh dunia, dan komunitas dunia perlu dengan gigih menghadapi masalah ini. Presiden Republik Korea menekankan bahwa perlu ada langkah-langkah preventif agar supaya kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi dan mengancam ketahanan energi internasional.

Pada pihaknya, Putra Mahkota Salman menganggap bahwa komunitas internasional perlu mencapai kesepakatan tentang pendirian dalam menangani masalah ini. Selain itu, dia juga meminta kepada Republik Korea supaya membantu rencana memperkuat sistem pertahanan udara Arab Saudi, dan dua pihak telah sepakat terus melakukan konsultasi terhadap masalah ini. Putra Mahkota Salman juga memberitahukan bahwa aktivitas dua kilang minyak negara ini akan sepenuhnya dipulihkan dalam waktu 10 hari mendatang.