Artikel berjudul “Pers Revolusioner Vietnam di Era Digital” yang ditulis oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) sekaligus Presiden To Lam dalam rangka memperingati HUT ke-101 Hari Pers Revolusioner Vietnam (21 Juni 1925 – 21 Juni 2026) sedang mendapat perhatian khusus dari kalangan pers. Banyak pakar, jurnalis, dan pengelola media menilai bahwa artikel tersebut merupakan dokumen yang memiliki makna strategis sebagai pedoman bagi perkembangan pers revolusioner Vietnam di era digital.
Menurut Profesor Muda, Doktor Nguyen Thi Truong Giang, Wakil Direktur Akademi Jurnalisme dan Komunikasi, salah satu poin menonjol dalam artikel tersebut adalah penempatan pers sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional secara menyeluruh, yang terkait erat dengan tugas membangun Partai, membela negara, serta meningkatkan posisi Vietnam di kancah internasional. Menurut ia, artikel tersebut juga berhasil menjelaskan secara dialektis hubungan antara inovasi dan nilai-nilai inti pers revolusioner.
Salah satu pesan yang paling ditekankan oleh banyak pakar adalah tuntutan agar pers secara proaktif hadir di seluruh platform digital, namun tidak bergantung pada platform-platform tersebut. Menurut Nguyen Thi Truong Giang, hal ini bukan sekadar persoalan teknis jurnalistik, melainkan juga menyangkut kedaulatan komunikasi nasional di era digital. Pers perlu menguasai teknologi, data, dan metode distribusi konten, tetapi tidak boleh terjebak mengejar algoritma, jumlah tayangan, atau interaksi hingga kehilangan fungsi utamanya dalam memberikan arah serta membangun nilai-nilai sosial.
Artikel Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga menekankan tugas membangun ruang informasi resmi, melindungi landasan ideologi Partai, serta meningkatkan kapasitas komunikasi nasional. Menurut Profesor, Doktor Nguyen Thi Bao, dosen senior di Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh, pers perlu beralih dari pola pikir yang bersifat reaktif menjadi proaktif dalam menciptakan produk-produk komunikasi yang menarik dan persuasif, terutama di platform digital.
Berbagai pendapat yang disampaikan menunjukkan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan oleh Sekjen sekaligus Presiden To Lam kepada kalangan petugas pers adalah pentingnya memadukan secara harmonis keteguhan politik, etika profesi, dan kemampuan teknologi; membangun pers yang modern, profesional, dan humanis; mampu menguasai teknologi tanpa bergantung padanya; serta berperan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Vietnam dan mendukung upaya pembangunan nasional di era digital secara efektif .
