Menurut kalangan otoritas AS, kebocoran ini “sangat mengkhawatirkan”. Dokumen-dokumen bertanggal 15 dan 16 Oktober mulai beredar secara online di Telegram pada tgl 18 Oktober dengan akun bernama Middle-East Spectator (Penonton Timur Tengah). Dokumen tersebut diberi tanda sangat rahasia dan memiliki berbagai indikasi yang menunjukkan bahwa hanya AS dan para sekutunya, yaitu Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris, baru bisa melihatnya. Isi dokumen tersebut menggambarkan langkah-langkah persiapan yang tampaknya sedang dilakukan Israel untuk menyerang Iran.