Menurut itu, hampir 9.000 serdadu Filipina dan AS akan ikut serta pada latihan perang selama 12 hari di pulau Luzon, Filipina. Latihan perang tahun ini dimulai sejak 28 Maret yang meliputi isi-isi seperti keamanan laut, latihan menembak dengan peluru sungguhan, anti-terorisme dan bantuan kemanusian serta pertolongan bencana alam.

Panglima Divisi Marinir nomor 3 dari AS, Brigader Jenderal Jay Bargeron memberitahukan bahwa kedua pihak akan bersama-sama melakukan latihan untuk memperluas dan meningkatkan taktik dan teknik tempur, berbagai proses bersama untuk memperkuat kemampuan menghadapi serta kemampuan bersiaga menghadapi tantangan-tantangan nyata.