Menteri Luar Negeri AS (kanan) dan timpalannya dari Filipina (Foto: CNN Philippines) |
Sementara itu, komunike di situs web Kementerian Luar Negeri AS memberitahukan bahwa kedua diplomat tersebut telah membahas peluang untuk lebih memperkokoh persekutuan AS-Filipina dan sifat mengikat dari vonis Mahkamah Arbitrase tahun 2016 terhadap semua pihak di Laut Timur, bersamaan itu juga telah membahas hubungan-hubungan ekonomi, keamanan, demokrasi, dan temu persahabatan, menciptakan hubungan yang erat antara dua negara.
Pada 2016, Mahkamah Arbitrase di Den Haag telah mengakui hak-hak berdaulat Filipina di kawasan-kawasan dalam zona ekonomi eksklusif yang disengketakan Tiongkok dan menolak klaim kedaulatan Beijing atas hampir seluruh Laut Timur.

