Dari Washington, Amerika Serikat (AS), Kamis (1/3) menuduh Rusia melanggar secara terbuka semua perjanjian yang sudah ditandatangani sejak masa Perang Dingin dengan mengembangkan senjata baru yang dinamakan Presiden Vladimir Putin sebagai" Tidak bisa dikalahkan".
Kementerian Luar Negeri AS telah menuduh pengembangan erbagai jenis senjata nuklir oleh Rusia yang mengakibatkan instabilitas adalah melanggar semua kewajiban dalam Perjanjian Kekuatan-kekuatan Nuklir jarak menengah (INF).
Menurut Jurubicara Kemlu AS, Heather Nauert, semua pidato dalam Pesan Federal dari Presiden Vladimir Putin menunjukkan bahwa Rusia melanggar kewajiban-kewajiban dalam rangka INF yang sudah ditandatangani oleh Moskwa tahun 1987. Sementara itu, Pentagon memberikan reaksi secara lebih hati-hati . Seorang Jurubicara Pentagon menekankan bahwa Tentara AS telah melakukan persiapan yang cukup untuk memberikan reaksi terhadap "semua masalah".
Pada hari yang sama , Kamis (1/3) Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson juga memberitahukan bahwa dia menganggap perkenalan berbagai jenis senjata oleh Moskwa melalui Pesan Federal dari Presiden Vladimir Putin adalah tidnakan " provokatif" dan merupakan eskalasi ketegangan.
