Investasi tersebut direncanakan akan difokuskan pada sektor energi, transportasi, logistik, dan manufaktur. Dana ini dibentuk untuk menciptakan motor penggerak ekonomi bagi Washington dan Teheran dalam proses negosiasi kesepakatan yang lebih komprehensif di masa mendatang.
Sebelumnya, para pejabat AS dan Iran telah mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan kerangka untuk mengakhiri perang yang berlangsung selama hampir empat bulan, membuka kembali Selat Hormuz, dan mencabut blokade terhadap aktivitas ekspor Iran.
Wakil Presiden AS J.D. Vance sebelumnya juga mengungkapkan kemungkinan Iran mengakses dana rekonstruksi senilai 300 miliar USD dengan dukungan dari negara-negara Teluk jika Iran memenuhi komitmennya terhadap AS secara penuh. Komitmen tersebut mencakup melepaskan ambisi untuk memiliki senjata nuklir, pengalihan bahan nuklir yang telah diperkaya, dan menerima mekanisme pengawasan yang ketat. Berbagai sumber informasi menyatakan bahwa dana investasi ini sepenuhnya terpisah dari negosiasi mengenai pencabutan sanksi dan pembebasan aset negara Iran yang saat ini dibekukan di luar negeri.
