Pada pembicaraan ini, kedua pemimpin menekankan peran utama diplomasi dan dialog dalam upaya denuklirisasi. Kemenlu Republik Korea mengeluarkan komunike pers yang memberitahukan bahwa kedua pihak membahas cara kerja sama bilateral dengan secara aktif melaksanakan hasil-hasil Pertemuan Puncak Republik Korea-AS baru-baru ini, menuju ke denuklirisasi sepenuhnya, dan menegakkan perdamaian jangka panjang di Semenanjung Korea.

Pembicaraan telepon pertama antara dua utusan khusus Noh Kyu-duk dan Sung Kim berlangsung pada tanggal 22 Mei, sehari setelah Presiden AS, Joe Biden, menyatakan mengangkat Sung Kim menjadi Utusan Khusus AS urusan masalah Republik Demokrasi Rakyat Korea (RDRK). Ini dianggap sebagai sinyal yang menunjukkan bahwa AS telah bersedia mengadakan kembali dialog dengan RDRK.