Tetapi, tuntuhan-tuntuhan AS terhadap Tiongkok dalam melaksanakan reformasi mekanisme ekonomi yang sedang menimbulkan kesulitan bagi dua negara adi kuasa ekonomi papan atas dunia dalam mencapai satu permufakatan sebelum saat AS meningkatkan tarif pada tanggal 2 Maret mendatang. Sekarang, para pakar dagang menilai bahwa ada sangat sedikit indikasi mencerminkan para pejabat Tiongkok bersedia memenuhi tuntuhan-tuntuhan mendasar dari AS tentang membela hak kepemilihan intelektual dan menghapuskan kebijakan-kebijakan yang dianggap oleh Washington DC memaksa perusahaan-perusahaan negara ini melakukan transfer teknologi kepada para mitra Tiongkok.