Berbicara dalam kunjungannya ke Uzbekistan pada Senin (19 Oktober), Menlu Marco Rubio mengonfirmasi bahwa gagasan pertemuan antara para pemimpin tiga negara adi kuasa tersebut memang pernah dibahas dalam diskusi diplomatik. Namun, hingga kini, belum ada kesepakatan mengenai waktu, tempat, maupun agenda pertemuan. Sebelumnya, sejumlah media mengutip sumber-sumber diplomatik yang menyebutkan bahwa Rusia telah mengusulkan penyelenggaraan pertemuan ketiga pemimpin tersebut di sela-sela sebuah konferensi internasional di Tiongkok pada November mendatang.

Wacana ini muncul ketika Washington tengah mendorong upaya diplomatik terkait konflik Ukraina, sementara hubungan AS–Tiongkok masih terdampak dari perselisihan pandangan mengenai perdagangan, teknologi dan keamanan.

Jika berlangsung, pertemuan antara para pemimpin tiga negara adi kuasa tersebut dapat membuka peluang bagi pembahasan langsung mengenai berbagai isu internasional penting, khususnya prospek penyelesaian konflik Ukraina dan upaya menjaga stabilitas hubungan di antara negara-negara besar.