“Ini adalah kampanye ekonomi paling keras yang pernah dilancarkan terhadap negara mana pun! Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya”, tulis Donald Trump di media sosial Truth Social pada malam Rabu (19 Agustus).

Presiden Donald Trump juga memperingatkan akan menargetkan negara mana pun yang membantu perekonomian Iran. Hal ini menunjukkan bahwa ia kini mengalihkan fokus dari ancaman militer ke tekanan ekonomi.

Eskalasi ketegangan di Timur Tengah, terutama setelah Uni Emirat Arab menangguhkan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran, telah mendorong harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi selama hampir satu bulan terakhir. Secara konkret, harga minyak Brent Laut Utara naik 60 sen, atau 0,7 persen, menjadi 91,62 dolar AS per barel. Harga minyak mentah ringan manis AS (WTI) naik 89 sen, atau 1,1 persen, menjadi 85,83 dolar AS per barel. Ini merupakan harga penutupan tertinggi bagi kedua jenis minyak tersebut sejak 24 Juli.