Dalam sebuah unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu sore (3 Mei), Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi tersebut bersifat "kemanusiaan", untuk membantu negara-negara netral yang tidak terlibat dalam konflik antara AS, Israel, dan Iran. Ia menekankan bahwa AS telah mengumumkan kepada negara-negara terkait bahwa AS akan "memandu" kapal-kapal mereka meninggalkan area berbahaya dengan aman, agar aktivitas komersial normal dapat berlanjut. Meski demikian, pemimpin AS tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang metode pengerahan, kekuatan armada, maupun peran konkret Angkatan Laut AS dalam operasi tersebut.