![]() |
Ketika menjawab pertanyaan pers tentang apakah warga Amerika Serikat (AS) perlu merasa cemas akan satu perang dengan RDRK atau tidak, John Kelly menekankan: “Orang AS perlu merasa cemas terhadap satu negara yang telah mengembangkan kemampuan rudal balistik antar benua (ICBM) sampai tingkat yang cukup tinggi dan sedang melakukan penelitian untuk membuat satu alat untuk kembali ke atmosfer untuk senjata nuklir. Kami sekarang ini bisa mengontrol ancaman, tapi kalau situasi menjadi buruk menurut waktu, marilah berharap tentang langkah diplomatik yang berhasil-guna”.
Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri AS telah menyambut Uni Emirat Arab (UAE) supaya berhenti memberikan visa kepada warga RDRK dan menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Pyong yang bersangkutan dengan program nuklir yang dimiliki negara ini. Bersama dengan UAE, Kuweit dan Qatar sebelum-nya juga melakukan tindakan serupa.

